Jumat, 17 Mei 2019 19:01 WIB

Saat Jepang Mulai Kehabisan Nomor Telepon

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta - Saat jumlah perangkat terkoneksi seperti Internet of Things (IoT) terus bertambah, maka kebutuhan nomor telepon pun akan terus meningkat karena perangkat-perangkat itu juga membutuhkan nomor telepon. Solusinya?

Kementerian Komunikasi Jepang berencana untuk membuat 10 miliar nomor telepon yang masing-masing terdiri dari 14 digit nomor. Langkah ini diambil sebagai persiapan jika nanti nomor telepon 11 digit yang saat ini dipakai bakal habis pada 2022 mendatang.

Dilansir Japan Times, Jumat (17/5/2019), proposal tersebut saat ini sudah disetujui oleh tiga operator besar di Jepang, yaitu NTT Docomo, KDDI, dan SoftBank. Dan nomor-nomor baru ini -- jika lancar -- akan mulai diperkenalkan sebelum 2021 berakhir.


10 miliar nomor yang akan dibuat ini akan dimulai dengan angka '020', yaitu nomor awalan yang dipakai Jepang untuk perangkat IoT. meski baru diperkenalkan sejak 2017, sudah 32,6 juta nomor awal ini yang dipakai pada akhir Maret 2019, padahal secara total hanya ada 80 juta nomor.

Dengan diluncurkannya jaringan 5G di Jepang pada 2020 mendatang, maka jumlah perangkat terkoneksinya akan meningkat banyak. Maka nomor yang tersisa akan semakin cepat habis.

Masalah ini bukan cuma melanda Jepang. Pada 2014 lalu sejumlah area di Inggris mulai menggunakan kode area 5 digit, bahkan saat melakukan panggilan lokal. Hal ini harus dilakukan karena nomor-nomor di area tersebut sudah mulai habis.

Namun kini regulator telekomunikasi Inggris mulai memikirkan kemungkinan untuk menghilangkan penggunaan kode area itu sepenuhnya karena penggunaan jejaring telepon yang berbasis IP di Inggris.

Secara global, saat jaringan 5G nanti diluncurkan dan dikomersialisasikan, maka kebutuhan nomor baru juga akan meningkat karena jumlah perangkat IoT akan meningkat. Dan pilihan paling masuk akal untuk perangkat IoT ini adalah penggunaan nomor dengan jumlah angka yang lebih banyak, karena kecil kemungkinan nomor-nomor ini akan dipakai untuk melakukan panggilan telepon.

(asj/fyk)