Jumat, 03 Mei 2019 14:19 WIB

Pemerintah Teken Kontrak Satelit Internet Senilai Rp 21,4 Triliun

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Pemerintah menandatangani Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Penjaminan, dan Perjanjian Regres Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada proyek Satelit Multifungsi (SMF) atau diberi nama Satelit Republik Indonesia (Satria). Diketahui, total nilai satelit internet tersebut sebesar Rp 21,4 triliun.

"Proyek SMF ini merupakan salah satu proyek strategis nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden nomor 56 Tahun 2018," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, bahwa satelit Satria merupakan salah satu bentuk upaya kementeriannya dalam menuntaskan persoalan konektivitas pada layanan publik pemerintah di seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) dan Perbatasan.




"Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang cukup menantang dalam penyediaan jaringan teresterial merupakan alasan utama, sehingga teknologi satelit menjadi solusi yang tepat guna dalam mengentaskan kesenjangan akses broadband internet," tutur Rudiantara.

Sebagai informasi, Satelit Satria adalah proyek kedua yang memakai skema KPBU, setelah sebelumnya diterapkan pada Palapa Ring. Pengembalian investasi proyek ini dilakukan melalui skema ketersediaan layanan (availability payment) dengan masa konsensi 15 tahun.

Disebutkan pula, skema merupakan suatu bentuk usaha pemerintah untuk membangun infrastruktur melalui sinergi dengan swasta, tanpa membebankan anggaran di depan. Dan, Konsorsium PSN merupakan pemenang dari lelang satelit berteknologi High Throughput Satellite (HTS) yang digelar oleh Kominfo.




Proyek satelit internet ini didukung penuh dan dimonitor oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Kominfo yang berperan sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).

Dampak yang dirasakan adanya satelit Satria ini terhadap perekonomian yang dirasakan melalui peningkatan online link dan jaringan komunikasi secara signifikan untuk UKM Transactional Center, proses e-Office, menurunkan biaya operasional, serta mempercepat dan memperbaiki layanan.

Selain itu, satelit ini juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan jasa keuangan, informasi pasar, bisnis, dan kegiatan lainnya yang dikatakan dapat mendorong perekonomian regional dan nasional.





Tonton juga: Satelit Internet Berkecapatan Tinggi Satria Siap Mengangkasa

[Gambas:Video 20detik]



(agt/krs)