Selasa, 26 Mar 2019 18:42 WIB

Ada BosKu, Smartfren Beri Bonus Kuota 15 GB Setiap Bulan

Akfa Nasrulhak - detikInet
Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom
Jakarta - Operator selular Smartfren meluncurkan promo lewat kartu perdana Bonus Kuota (BosKu). Setiap isi ulang minimal Rp 50 ribu setiap bulannya, pelanggan bisa mendapatkan bonus berupa kuota internet sebesar 15 GB.

Deputy CEO PT Smartfren Telecom Tbk, Djoko Tata Ibrahim mengatakan kartu BosKu ini dihadirkan untuk melengkapi rangkaian daripada kartu-kartu Smartfren.

"Dari yang Rp 60 ribu unlimited, kartu yang Rp 40 ribu, Rp 20 ribu. Nah sekarang ini yang gratis. Jadi kita memberikan bonus kuota melalui kartu BosKu ini," ujar Djoko Tata di Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Dia menjelaskan, hanya dengan membeli kartu BosKu dan melakukan isi ulang minimal Rp 50 ribu setiap bulannya maka pelanggan bisa mendapat kuota per bulannya 15 GB. Bonus kuota yang diberikan maksimum 24 kali atau 24 bulan setelah aktivasi. Sehingga kalau ditotal jumlah bonusnya sebesar 360 GB dalam dua tahun.


"Jadi caranya bagi yang pertama membeli smartphone 4G, untuk mendapatkan bonus pertama, pelanggan harus melakukan isi ulang minimal Rp 50 ribu dan juga menginstal aplikasi MySmartfren di hari sama pada saat aktivasi untuk klaim bonusnya," ujarnya.

Dari 15 GB yang diberikan, pengguna akan memiliki 2 GB kuota utama, 3 GB kuota chatting dan 10 GB kuota midnight. Pengguna juga akan mendapatkan gratis nelpon sepuasnya ke sesama pengguna Smartfren selama bonus masih berlaku. Bonus ini berlaku selama 14 hari.

Bonus ini tidak memotong nominal yang di top up oleh pelanggan. Sehingga pengguna dapat menggunakan pulsa yang ada untuk membeli pilihan paket internet volume based 19 GB seharga Rp 60 ribu atau 33 GB seharga Rp 100 ribu.

"Jadi pulsa Rp 50 ribu itu betul-betul utuh dan juga bonus 15 GB itu gratis yang murni. Jadi tidak ada embel-embel lainnya," ujarnya.


Tapi perlu menjadi catatan, Djoko menjelaskan jika pelanggan tidak melakukan isi ulang di bulan berikutnya, maka bonus kuota untuk ke depannya bisa gugur.

"Tapi kartu tersebut masih bisa dipakai, top up biasa aja lagi," ujarnya.

"Ini juga dalam rangka mendukung pemerintah juga biar orang pakai kartu itu nggak pakai buang, pakai buang gitu lho. Jadi terus ganti nomor," tambahnya.

Saat ini kartu BosKu telah beredar di pasar Indonesia. Djoko mengatakan sudah ada sekitar 20 ribu kartu yang telah diserap sejak 1 minggu terakhir. (prf/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed