Sabtu, 09 Mar 2019 14:20 WIB

Menkominfo: 700-an Hoax dalam 7 Bulan, Banyak Terkait Politik

Bayu Ardi Isnanto - detikInet
Menkominfo mengungkap jumlah hoax dalam tujuh bulan terakhir. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikINET) Menkominfo mengungkap jumlah hoax dalam tujuh bulan terakhir. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikINET)
Solo - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyebut 771 hoax teridentifikasi selama tujuh bulan terakhir, dengan 181 di antaranya mengenai politik.

"Agustus 2018 ada 25 hoax, September ada 27, Oktober bertambah 53, November 63, Desember 75, Januari 175, Februari ada 353 hoax," kata Rudiantara saat ditemui di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (9/3/2019).

"Dan paling banyak ada 181 dari 700-an hoax itu tadi adalah mengenai politik," ujar pria yang disapa Chief RA itu.




Jumlah tersebut, kata Rudiantara, adalah hoax yang teridentifikasi dan sudah divalidasi. Artinya, seluruh informasi yang beredar itu sudah dibandingkan dengan faktanya.

"Itu yang sudah diverifikasi, artinya sudah divalidasi bahwa itu benar hoax. Karena harus disandingkan dengan faktanya. Karena kalau tidak, dikira saya yang bilang hoax," katanya.

Dia mengajak masyarakat, termasuk mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam menangkal hoax. Salah satunya dengan tidak ikut menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya.




"Ciri-cirinya (itu) asal-usulnya tidak jelas, ajakan ayo viralkan mengatasnamakan kelompok tertentu," kata Menkominfo menjelaskan.

Rudiantara juga mengingatkan agar pesan yang berpotensi hoax agar langsung dihapus dari ponsel. Dia menilai pengirim maupun penerima pesan akan dirugikan.

"Zaman sekarang yang mengirim foto, mengirim teks, mengirim video dan menerima video, menerima teks, sama-sama bayar. Kalau dulu orang telepon yang bayar. Sekarang yang menerima juga bayar. Ngapain buang-buang pulsa. Sayangi pulsa kita," tuturnya.


(bai/krs)