Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Komersialisasi IIX Tidak Mungkin Terjadi'

'Komersialisasi IIX Tidak Mungkin Terjadi'


- detikInet

Jakarta - Di satu sisi, IIX sudah hampir pasti tidak akan tanpa biaya. Namun, biaya yang dipungut nantinya diyakini bukan untuk mencari laba komersial. Oleh karena itu bentuk PT IIX pun tidak seharusnya terjadi.Hal itu dikemukakan Heru Nugroho, Mantan Sekjen Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), kepada detikinet, Senin (12/9/2005). "Di munas (musyawarah nasional-red) keluar pernyataan bahwa IIX harus di-manage lebih profesional. Tapi itu tidak dikonotasikan sebagai layanan yang berbayar, itu salah besar," tukas Heru. Pria yang kini aktif sebagai Pengurus Partai Demokrat itu pun menyatakan dengan tegas penolakannya pada bentuk PT IIX. "Tidak bener APJII bikin begitu. Kalau sampai APJII bikin, itu menyalahi mandat. Munas tidak memberikan mandat untuk mengkomersialkan IIX," Heru melanjutkan dengan bersemangat.Selain itu, ujar Heru, APJII terikat kesepakatan dengan donatur IIX bahwa layanan itu tidak akan berbayar. "Jika berbayar, saya yakin donor itu akan mencabut dukungannya pada IIX. Artinya, tidak mungkin terjadi komersialisasi IIX," ia menambahkan.Sebelumnya ide mengenai PT IIX tersebut bergulir pasca Munas APJII Mei 2005. Dalam sebuah rapat kerja yang sempat disaksikan detikinet, bentuk PT digulirkan sebagai bentuk lembaga profesional pengelola IIX. Heru menegaskan bahwa ide PT IIX itu belum disetujui anggota. Dan ia yakin banyak Internet Service Provider (ISP) anggota APJII yang tidak akan menyetujuinya. Sekjen APJII Teddy Purwadi pun menolak menyebut layanan IIX berbayar. "Tidak ada IIX berbayar, yang ada iuran keanggotaan APJII untuk biaya exchange point. Itu pun kalau ada link ke daerah, yakni antara anggota APJII yang link-nya tersambung dengan IIX," tutur Teddy saat jumpa pers di kawasan Sudirman Central Business District, Jakarta, Senin (12/9/2005). Hal itu diamini Adi Kusma, Kepala Bidang IIX dari APJII. Menurut Sukma, APJII tidak memungut biaya interkoneksi agar tidak timbul beban biaya terlalu besar pada ISP di daerah. "Tujuannya agar bisnis di daerah bisa makin hidup," ujar Adi. Selain itu, dari 170-an ISP anggota APJII, sebagian besar anggota adalah ISP berskala menengah hingga kecil. Jika IIX berbayar, tutur Adi, tentu akan makin memberatkan ISP-ISP tersebut. (wicak/)







Hide Ads