Rabu, 26 Des 2018 10:33 WIB

Layanan Telekomunikasi Berangsur Pulih Pascatsunami Selat Sunda

Agus Tri Haryanto - detikInet
Salah satu kondisi wilayah terdampak tsunami Selat Sunda. (Foto: Rifkianto Nugroho) Salah satu kondisi wilayah terdampak tsunami Selat Sunda. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Layanan telekomunikasi sempat terganggu akibat terjangan tsunami Selat Sunda beberapa hari lalu. Kini layanan mulai pulih seiring kembali beroperasinya sejumlah Base Transceiver Station (BTS) di wilayah terdampak.

Menurut laporan terkini yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kepada detikINET, Rabu (26/12/2018), sebanyak 4.687 BTS dari total 4.731 BTS eksisting sudah beroperasi lagi terhitung sejak kemarin.

Itu artinya, sekitar 99,1% BTS yang tersebar di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah dapat dimanfaatkan untuk keperluan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak tsunami Selat Sunda.




Bila dibandingkan dengan hari Selasa (25/12) kemarin sejak pukul 08.00 WIB, Kominfo mengatakan terdapat tambahan 17 BTS yang dioperasionalkan atau meningkat 69 BTS dibandingkan dengan posisi pada saat awal terjadinya bencana.

"0,9% BTS yang masih terganggung operasinya. Namun demikian, akses telekomunikasi di lokasi yang BTS-nya down dapat di-cover oleh mobile BTS dan sistem recovery pada saat awal terjadinya bencana," tutur Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli.

Ramli menuturkan untuk BTS yang down itu sedang dalam proses pemulihan karena menunggu pasokan aliran listrik PLN dan perangkat baru dari operator setelah perangkat sebelumnya rusak akibat tsunami Selat Sunda.

Berdasarkan penuturan operator seluler kepada Kominfo, mereka pun terus melakukan langkah konstruktif termasuk penyediaan genset untuk catu daya BTS.




Sedangkan untuk BTS yang belum teralirkan listrik, pemerintah meminta agar operator seluler mengerahkan BTS combat dan mobile genset sebagai cadangan sehingga layanan telekomunikasi bisa pulih kembali.

"Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap progres BTS yang dalam status down dan melakukan pengukuran terhadap kualitas layanan seluler (Quality of Service/QoS)," ucap Ramli.

"Kementerian Kominfo sangat memahami bahwa, akses telekomunikasi merupakan hal vital dalam kondisi bencana, selain untuk mendukung proses evakuasi penduduk, komunikasi dalam pencarian jenasah, peringatan dini, juga sangat penting agar penduduk yang terdampak dapat berkomunikasi dengan handai taulan, teman dan kerabat. Dalam keadaan musibah seperti ini akses telekomunikasi memiliki peran sangat penting dan strategis," tuturnya.


(agt/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed