Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat: Dana 'Gusuran' StarOne Tak Sampai Rp 1 T

Indosat: Dana 'Gusuran' StarOne Tak Sampai Rp 1 T


- detikInet

Jakarta - Hasnul Suhaimy, Dirut Indosat, berpendapat pergeseran StarOne dari frekuensi 3G tidak akan memakan biaya lebih dari Rp 1 triliun. Jauh lebih kecil dari jumlah yang dihitung Telkom. Hal itu dikemukakan Hasnul Suhaimy, Direktur Utama PT Indosat Tbk., di sela-sela acara 'Annual Report Award' di Departemen Keuangan, Rabu (10/8/2005). Tidak terlalu besarnya biaya pergeseran itu, ujar Hasnul, dimungkinkan karena pelanggan StarOne yang 'hanya' 30 ribu pelanggan di Jabotabek. Indosat memang terlihat lebih 'menurut' soal pergeseran frekuensi StarOne dari pita 1920 -1960 Megahertz. Nantinya pita frekuensi tersebut akan digunakan untuk telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G), sesuai amanat dari International Telecommunication Union (ITU). Di sisi lain, Telkom juga sudah menyatakan kesiapannya untuk pindah. Wakil Dirut PT Telkom, Garuda Sugardo, sempat mengatakan bahwa perpindahan tersebut harus disertai alokasi 'lahan baru' yang cocok. Ketika itu, Rabu (27/7/2005), Garuda juga mengungkapkan perkiraan dana yang harus dikeluarkan Telkom untuk melakukan pergeseran tersebut. Dana itu mencapai Rp 1,36 Triliun dengan asumsi kurs Rp 10.000 per dollar Amerika Serikat.Ide pergusuran frekuensi sudah digulirkan pemerintah sejak awal hendak menataulang alokasi frekuensi 3G. Pada awalnya pemerintah bahkan sempat berniat hanya menggeser StarOne dan tidak Telkom Flexi dengan pertimbangan jumlah pelanggan.Telkom memperkirakan ada 850 ribu pelanggan Flexi yang menggunakan handset 1900 Megahertz. Total pelanggan Flexi diperkirakan mencapai 3,7 juta lebih. (wicak/)




Hide Ads
LIVE