Rabu, 18 Jul 2018 14:16 WIB

Senangnya Warga Pedalaman Papua Halo-halo Pakai 2G

Adi Fida Rahman - detikInet
Warga kampung Sikari pakai 2G. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet Warga kampung Sikari pakai 2G. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Papua - Terkadang kita yang di kota kerap mengeluhkan koneksi 4G yang lemot. Namun bagi Fredi, adanya jaringan 2G di kampungnya sudah membuatnya senang bukan kepalang.

Kampung Fredi berada berada di Kampung Sikari, Distrik Batavia, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua. Untuk menuju ke desa tersebut terbilang tidak mudah karena aksesnya sulit.

detikINET bertandang ke sana menggunakan helikopter sekitar satu jam perjalanan dari kota Jayapura. Masyarakat Sikari sendiri harus menyusuri sungai menggunakan perahu agar bisa sampai ke pusat daerah Mamberamo Raya.



Bisa dibayangkan bagaimana terisolasinya mereka karena tidak adanya akses komunikasi. Karenanya begitu dipasangnya BTS di desa Sikari, betapa bahagianya mereka meski sinyalnya hanya untuk telpon dan berkirim SMS.

"Pembangunanya Januari lalu, baru bisa beroperasi pada Februari," kata Fredi.

Besar harapan Fredi agar kualitas jaringan di desanya dapat meningkat. Sehingga ponsel pintar yang dimilikinya bisa terakses dengan internet.

"Tapi sekarang pun sudah senang, sudah bisa telpon saudara yang jauh-jauh," ungkapnya.

Hal yang sama diutarakan Kepala Kampung Obet Sibetai kala bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dia mengucapkan terima kasih telah dibangunnya BTS di kampungnya sehingga warga bisa berkomunikasi dengan mudah.

Seperti halnya Fredi, Obet pun berharap pemerintah dapat meningkatkan jaringannya. Hal tersebut langsung ditodongkan ke Menkominfo.

"Bapak orang sudah di kota toh, kami ini terpencil, di hutan, jadi kami mau (BTS) yang besar dan tinggi, begitu bapak," ujar Obet.

"Bukan tinggi pak, tapi banyak. Tadi sudah kami sampaikan ke bapak bupati, di Mamberamo ini akan kami tambah BTS-nya," jawab Rudiantara.

"Kalau bapak kasih banyak terima kasih sekali," timpal Obet.



BTS di Sikari menjadi bagian dari program membangun telekomunikasi di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T) yang pemerintah. Pembangunannya sendiri dilakukan oleh Balai Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI) Kominfo.

Hingga 2019 nanti, BAKTI menargetkan dapat membangun lebih dari 5.000 BTS di daerah 3T. Saat ini lebih dari 800 BTS sudah dioperasikan.

"Kami sedang menyiapkan satelit, tidak saja untuk internet tapi juga untuk BTS di 3T. Sehingga kami tidak hanya menggelar 2G tapi bisa langsung 4G," ungkap Anang Latif, Dirut BAKTI. (afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed