Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Flexi dan StarOne Rela Digusur dari 3G

Flexi dan StarOne Rela Digusur dari 3G


- detikInet

Jakarta - Pemerintah akan membersihkan pita frekuensi 1900 yang akan dialokasikan untuk layanan telekomunikasi generasi ketiga (3G), yaitu 1920-1980. Alhasil, semua layanan yang beroperasi di frekuensi tersebut akan 'diusir'. Ditemui di sela-sela acara Rakornas Telematika yang diadakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Direktur Utama PT. Indosat, Hasnul Suhaemi mengatakan kesiapannya kalau memang harus dipindahkan dari frekuensi yang dipakainya saat ini."Kalo memang pemerintah minta pindah ya pindah," kata Hasnul di acara yang berlangsung di Hotel Aryaduta Jakarta, Senin (25/7/2005) itu. "Pengalihan frekuensi StarOne ke frekuensi 800 MHz belum sejauh itu pembicaraannya," kata dia.Sementara itu Direktur Utama PT. Telkom, Arwin Rasyid mensyaratkan adanya mekanisme pemindahan yang baik. "Kalau frekuensi Flexi harus pindah, yang paling penting adalah bagaimana pemindahannya di-manage dengan baik, dan tetap memberikan layanan yang baik pada pelanggan," kata dia. Pemberian KompensasiMenyoal pembersihan frekuensi 3G ini, pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan masih mempertimbangkan soal pemberian kompensasi kepada operator. "Pemerintah akan memikirkan kompensasi yang sesuai untuk operator," kata Menteri Kominfo, Sofyan A. Djalil, pada kesempatan yang sama. "Industri memang perlu dibantu, jangan dibebani biaya-biaya yang tidak perlu," katanya.Baik Indosat dan Telkom, keduanya menyatakan belum memikirkan soal kompensasi yang akan diminta ke pemerintah. "Itu kan baru konsep, pelaksanaannya akan kita diskusikan dengan pemerintah," kata Hasnul. "Indosat belum arahkan kompensasi, yang jelas pelanggan tidak akan dirugikan," imbuhnya.Sementara Arwin juga mengatakan hal yang sama. "Kita belum bisa menghitung kompensasi, mengingat waktunya masih panjang. Intinya nanti pelanggan tidak dirugikan," jawabnya. "Menteri beri kita waktu lima tahun untuk melakukan pemindahan." Menurut Sofyan, pemerintah sudah melangsungkan pertemuan dengan operator untuk mencari solusi. "Tujuannya jelas, agar teledensitas tercapai supaya akses publik ke frekuensi tersebut bisa disesuaikan," katanya. Sofyan mengatakan, frekuensi 1900 dipilih untuk 3G adalah karena paling efisien. Padahal saat ini frekuensi ini sudah dipakai oleh Flexi dan StarOne. Saat ini, menurut Arwin, Flexi telah memiliki 3 juta pelanggan yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia. Tapi hanya ada tiga propinsi yang dilayani dengan frekuensi 3G, yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Ada 1 juta pelanggan di tiga propinsi tersebut.Sementara StarOne, seperti dituturkan Hasnul, saat ini memiliki 70 ribu pelanggan, dan sekitar setengahnya tersebar di Jabotabek. (wicak/)







Hide Ads