Kamis, 28 Jun 2018 17:20 WIB

Diteror Nomor Aneh, Tim IT KPU Mau Lapor Polisi?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: GettyImages Ilustrasi. Foto: GettyImages
Jakarta - Rentetan teror berupa misscall dari nomor aneh ratusan kali hingga upaya peretasan akun layanan pesan instan, membuat tim IT KPU membuka kemungkinan melapor ke pihak kepolisian.

"Iya, kawan-kawan cybercrime Polri selalu dukung KPU untuk jaga keamanan IT-nya," kata Konsultan IT KPU Harry Sufehmi saat ditanya melaporkan kejadian yang dialaminya.

Harry mengatakan bahwa ia terus-terusan mendapatkan misscall dari nomor aneh. Rata-rata nomor tersebut memiliki awalan +100, yang belum diketahui kode dari negara mana.



Tak hanya misscall saja. Harry juga mengungkapkan ada upaya peretasan akun Telegram dan WhatsApp miliknya. Namun karena ia segera mengaktifkan fitur two-factor authentication (2FA) hingga peretasan tak bisa dilakukan.

"Yang jelas komunikasi saya lumpuh (tidak bisa telepon atau SMS-red)," kata dia kepada detikINET, Kamis (28/6/2018).

Untuk meredam misscall yang bertubi-tubi diterimanya, Harry lantas memutuskan untuk mematikan SIM card miliknya dan memilih menggunakan koneksi internet melalui WiFi untuk berkomunikasi.

Bukan hanya Harry saja yang mengalami kejadian ini. Disampaikan Harry bahwa hampir semua personil tim IT KPU mendapatkan kejadian serupa seperti yang dialaminya.



Terkait motif untuk apa dan siapa yang melakukannya, Harry menyebutkan kalau berdasarkan informasi yang diterima dari rekannya itu berasal dari kubu tertentu.

"Ada kawan-kawan yang lapor bahwa kubu tertentu yang kena serang, tapi saya belum ricek," ucapnya. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed