Pameran Selular jadi Ajang Jual-Beli?
- detikInet
Jakarta -
Bukan berita baru kalau pamaren teknologi di Indonesia sekaligus jadi ajang jual-beli produk. Hal ini juga terjadi di Indonesia Celular Show, di mana lebih dari setengah peserta ingin meningkatkan transaksi produknya saat pameran.Dengan kondisi seperti ini, stan pameran tak ubah seperti memindahkan isi toko ke ruang pameran. Dyandra Promosindo, penyelenggara pameran dan eksibisi yang kali ini menjadi penyelenggara ICS 2005, sempat melakukan survei kecil-kecilan dari ajang ICS 2004. Dari hasil survei tersebut, diketahui bahwa 63 persen peserta mengaku bahwa keikutsertaan mereka dalam pameran adalah untuk meningkatkan transaksi produk dan memperkuat citra produk mereka. Demikian halnya dengan pengunjung, sebanyak 46 persen pengunjung pameran datang untuk belanja produk-produk yang dipamerkan. ICS 2005 dibuka hari ini, Rabu (20/7/2005) oleh Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar. Pameran kali ini diikuti oleh 36 peserta, naik dari tahun lalu yang berjumlah 29 peserta. "Ajang pameran ini diharapkan bisa mempercepat arus informasi, dan menjadikannya event pameran terbesar di Indonesia," kata Basuki dalam pidato pembukaannya. "Perkembangan selular diharapkan bisa diikuti dari pameran ini, agar Indonesia tidak tertinggal, terutama di bidang informatika," harapnya.Pameran yang berlangsung 20-24 Juli 2005 di Jakarta Convention Center ini, diikuti oleh operator telekomunikasi (Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8), vendor ponsel (Nokia, Sony Ericsson, Motorola, Siemens, Samsung, Philips, LG dan Sanex), dan perusahaan terkait lainnya.ICS 2005 diharapkan dapat meraih 100 ribu pengunjung dari kalangan pelajar, masyarakat pemerhati TI dan perusahaan. Sementara ICS 2004 didatangi oleh 65 ribu pengunjung.Johny Swandi Syam, ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) mengatakan, bagi pelaku industri, pameran ini berguna sebagai ajang edukasi dan untuk memperkenalkan produk-produk baru. "Sementara bagi pengguna, untuk menambah pengetahuan dan kedekatan terhadap produk," imbuhnya.
(wicak/)