BERITA TERBARU
Jumat, 25 Mei 2018 15:39 WIB

Tantangan Bangun Jaringan Internet di Pedesaan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI) Foto: Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan informatika (BAKTI)
Jakarta - Berbicara akses internet di Indonesia, maka masih ada kesenjangan antara perkotaan dengan pedesaan, di mana pedesaan selalu jadi 'anak tiri' bila ingin merasakan layanan internet cepat.

CEO Net1 Indonesia Larry Ridwan, menuturkan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh operator seluler saat akan menggelar jaringan internet di wilayah pedesaan atau rural.

Menurut Larry, tantangan terbesar dalam menggelar jaringan internet di daerah pedesaan adalah kondisi medan yang sangat variatif, mulai dari pegunungan hingga daerah pantai, serta populasi penduduk yang tersebar.

"Kondisi seperti ini memerlukan investasi besar agar operator dapat menggelar jaringan internet yang dapat menjangkau populasi yang tersebar tersebut. Apabila dilihat dari sisi bisnis tentu kurang menguntungkan apabila membangun infrastruktur di wilayah yang berpenduduk jarang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/5/2018).



Di satu sisi, pemerintah tengah mempercepat penyediaan koneksi internet di daerah pelosok, terutama wilayah 3T (Terpencil, Terdepan, dan Terluar) di Tanah Air. Hingga kini, menurut data dari Kominfo, sudah sekitar 73% desa/kelurahan yang sudah memiliki koneksi internet berbasis teknologi 3G.

Sementara untuk jaringan 4G, baru mencakup 55% saja. Pada tahun 2019 mendatang, pemerintah berharap dapat mengkoneksikan lebih dari 83.000 Desa/Kelurahan yang ada dengan internet berbasis 3G. Target lain di tahun depan, total 514 Kabupaten/Kota terjangkau oleh jaringan 4G LTE. Dari jumlah tersebut, saat ini baru 64%-nya saja yang telah terpenuhi dengan akses 4G.

CEO Net1 Indonesia Larry IndonesiaCEO Net1 Indonesia Larry Indonesia Foto: Net1 Indonesia


Operator Net1 Indonesia yang menggelar layanan di frekuensi 450 MHz, memiliki keyakinan dapat menyediakan koneksi internet di daerah pedesaan. Net1 adalah merek dagang dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, di mana dulu dikenal dengan nama merek Ceria.

Larry mengatakan Net1 memiliki keunggulan jaringan 4G yang berjalan di frekuensi 450 MHz. Pita frekuensi tersebut dikatakan cocok untuk penggelaran layanan untuk karakter rural yang mempunyai wilayah luas dengan kepadatan rendah.



"Karakter frekuensi rendah ini memang tidak mengejar kecepatan akses, melainkan untuk mengejar jangkauan sinyal jauh," kata Larry.

Jangkauan frekuensi 450 MHz dari layanan data broadband berbasis 4G Net1 diklaim bisa sejauh 50-60 kilometer Base Transceiver Station (BTS), bahkan bisa sampai 100 kilometer. Karakter ini yang cocok diaplikasikan di negera kepulauan seperti Indonesia yang memiliki belasan ribu pulaunya.

Sejauh ini, Net1 sudah menggelar jaringan 4G di 19 provinsi di Indonesia. Sebanyak 306 Kabupaten/Kota telah bisa mengakses jaringan 4G dari operator satu ini, dengan jumlah desa mencakup 25.279 buah. Secara keseluruhan, jumlah populasi penduduk yang dapat terlayani oleh Net1 Indonesia hingga saat ini mencapai 126.299.415 jiwa. (agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed