Selasa, 08 Mei 2018 21:12 WIB

Reaksi Menkominfo Ketika Dituntut Lengser oleh Pedagang SIM Card

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Menkominfo Rudiantara (detikINET/Agus Tri Haryanto) Foto: Menkominfo Rudiantara (detikINET/Agus Tri Haryanto)
Jakarta - Rencana demo besar-besaran yang akan dilakukan oleh para pedagang SIM card coba dikonfirmasikan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Apa tanggapannya?

Para pedagang SIM card ini dijadwalkan akan melakukan demo besar-besaran untuk menyuarakan penolakan aturan pembatasan registrasi satu NIK hanya untuk tiga kartu perdana.

Bahkan, menteri yang akrab disapa Chief RA itu, sampai dituntut lengser dari jabatannya terkait kasus ini.

"Saya nggak tahu. Saya nggak menanggapi," ucap Rudiantara ketika diminta tanggapan terkait demo tersebut, ketika ditemui usai acara Gerakan Menuju 100 Smart City di Redtop Hotel, Jakarta, Selasa (8/5/2018).



Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum KNCI Qutni Tysari mengatakan, tuntutan terhadap aturan pembatasan registrasi satu NIK hanya tiga kartu perdana yang diterbitkan Kominfo, telah dilakukan pihaknya secara diplomatif kepada Kominfo sejak Juli 2017. Namun, sampai 2 April 2018, KNCI tidak mendapatkan hasil dari tuntutan tersebut.

"Maka kami KNCI yang mewadahi seluruh outlet atau konter seluruh Indonesia akan mengadakan aksi unjuk rasa," ujar Qutni dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/5/2018).

Rencananya, aksi akan digelar pada Selasa dan Rabu (8-9 Mei 2018). Aksi Selasa (8/5) hanya melibatkan satu orang berdiri di depan Istana Negara pukul 14.00-17.00 WIB.

Pada hari berikutnya, Rabu (9/5) pukul 14.00 sampai dengan selesai, dilakukan aksi massa yang melibatkan ribuan orang berlokasi di tempat yang sama.

Peserta aksi diperkirakan mencapai 10 ribu orang yang merupakan perwakilan pedagang pulsa seluruh Indonesia, yakni dari Banda Aceh, Batam, Pekanbaru, Padang, Medan, Lampung, Bandung, Cianjur, Garut, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah Jabodetabek.

Ada dua tuntutan dari pedagang SIM card dari aksi massa ini. Pertama, memohon kepada Presiden Joko Widodo menghapuskan aturan pembatasan registrasi mandiri satu NIK untuk tiga kartu perdana. Kedua, memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk mencopot Rudiantara dari jabatannya sebagai Menkominfo.

"KNCI mendesak keutamaan agar Presiden RI langsung yang menemui kami atau negosiasinya dengan Wapres RI. Negosiasi minimal adalah dengan Kepala Staff Presiden Moeldoko. Di luar pihak istana tersebut, kami tidak bersedia dan tetap bertahan melangsungkan aksi," tutur Qutni mengenai target dari aksi ini.

Qutni juga menyampaikan bahwa aksi kali ini dinamakan "Aksi Bisu Pembunuhan Massal Outlet Seluler Indonesia".

Seluruh peserta aksi dari awal sampai selesai akan berbaris rapi dan berlutut di depan istana dalam keadaan pergelangan tangan serta pergelangan kaki diikat, bagian mata ditutup kain hitam, sebagai simbol seolah-olah hendak dieksekusi mati. Lalu, satu orang yang berlutut paling depan secara simbolis menghadap tiang dan tali gantungan bertuliskan Kemenkominfo.



"Aksi merupakan unjuk rasa damai dan berkomitmen soal keamanan dan kebersihan lingkungan aksi," tegas Qutni.

Sebelumnya, KNCI juga melakukan demonstrasi di depan Istana Negara April lalu, diikuti dengan para pedagang pulsa di berbagai daerah antara lain di Yogyakarta, Makassar dan Bandung juga melakukan aksi dengan tuntutan serupa. (rns/rou)