BERITA TERBARU
Senin, 23 Apr 2018 15:39 WIB

Operator Kongkalikong, Teknologi eSIM Ditangguhkan

Agus Tri Haryanto - detikInet
SIM card fisik yang akan tergantikan eSIM. Foto: Ilustrasi/detikINET SIM card fisik yang akan tergantikan eSIM. Foto: Ilustrasi/detikINET
Jakarta - Global System for Mobile Communications Association (GSMA), asosiasi global di bidang operator telekomunikasi ini menangguhkan pengembangan teknologi eSIM atau SIM card elektronik.

Penangguhan ini disebabkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tengah melakukan penyelidikan dugaan kongkalikong antara dua operator seluler, yaitu AT&T dan Verizon.

"Pengembangan versi terbaru dari spesifikasi tersebut, tertunda untuk menunggu penyelesaian investigasi oleh Departemen Kehakiman AS. GSMA bekerjasama sepenuhnya dengan Depertemen Kehakiman dalam hal ini," ujar GSMA dikutip detikINET dari pernyataannya, Senin (23/4/2018).



GSMA sendiri turut memfasilitasi pengembangan standar universal untuk eSIM yang akan disebarkan secara global.

AT&T dan Verizon dituding berkolusi untuk menggagalkan pengembangan teknologi eSIM dan menyulitkan pelanggan saat beralih operator dengan mudah. Peristiwa tersebut terjadi di Negeri Paman Sam, di mana kedua operator bila digabungkan punya kendali dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 70%.

Pada dasarnya, eSIM memungkinkan pelanggan dengan cepat dan mudah beralih ke operator baru tanpa harus memasukkan SIM card baru. Fungsi itu jelas akan menguntungkan pelanggan, tetapi tidak bagi operator yang bisa kehilangan konsumennya.



Sampai saat ini, sudah ada perangkat yang mendukung teknologi eSIM dari pabrikan Apple, Google, dan Microsoft, misalnya Apple Watch 3, Pixel 2 dan Pixel 2 XL. (agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed