Minggu, 18 Mar 2018 13:15 WIB

Kominfo Hadirkan Internet Setara 4G di Daerah Terpencil, Caranya?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: detikINET/ Muhamad Imron Rosyadi Foto: detikINET/ Muhamad Imron Rosyadi
Sumbawa - Kementerian Kominfo tidak sekadar meresmikan akses internet di Sumbawa, namun juga berusaha agar koneksi tersebut dapat setara dengan 4G.

Menkominfo Rudiantara, belum lama ini meresmikan akses internet di Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal serupa pun dilakukannya juga di daerah lain Sumbawa, tepatnya di Desa Tolo' Oi, Kecamatan Tarano.

Dalam merealisasikan hal tersebut, Kominfo bekerja sama dengan Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika) untuk memetakan daerah yang perlu dibangun. Selain itu, terdapat sejumlah korporasi seperti Lintasarta, Telkomsel, dan SEI (Surya Energi Indotama) yang digandeng oleh Kominfo.

Lintasarta dipilih Kominfo untuk menyediakan layanan internet di Desa Uma Beringin, sedangkan Telkomsel dan SEI bertanggung jawab dalam memberika akses internet dan listrik di Desa Tolo' Oi. Teknik yang diterapkan pun berbeda-beda dengan menyesuaikan pada kondisi dan kebutuhan daerah terkait.

Untuk di Desa Uma Beringin, Lintasarta memanfaatkan satelit dalam memberikan akses internet. Kemudian, perusahaan yang bergerak di berbagai sektor TIK ini menyambungkannya ke router untuk menyediakan koneksi nirkabel wi-fi di daerah tersebut.

"Sampai saat ini kecepatannya 2 Mbps. Nanti jika kebutuhan bertambah maka biasanya kecepatannya akan ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Arya Damar, Presiden Direktur Lintasarta.

Sedikit mirip dengan Lintasarta, Telkomsel juga memanfaatkan satelit untuk menyediakan akses internet di Desa Tolo' Oi. Bedanya, mereka menggunakan menara Base Transceiver Station (BTS) miliknya yang sebelumnya sudah tersedia di daerah tersebut, namun hanya dapat mengakomodasi jaringan 2G untuk telepon dan SMS, untuk menyebarkan sinyal internet.

"Nanti dikontrol dari Buaran di Jakarta Timur untuk transmisi satelitnya, jadi ga lewat macem-macem. Ini kan udah 4G, jadi transmisinya itu minimal harus 2 Megabit," ujar Rudiantara.

Ia menambahkan, pemerintah mengeluarkan subsidi sekitar Rp 150 juta per bulan untuk mengakomodasi koneksi internet di Desa Tolo' Oi menggunakan teknik tersebut. Meski menelan biaya yang cukup besar, cara ini dipilih Rudiantara karena daerah tersebut tidak ada listrik, sehingga pihak SEI bertanggung jawab dalam menyediakan panel surya di sana.

"Kebanyakan model begini yang diterapkan di daerah 3T (terdepan, terpencil, terluar), karena ini kan daerah remote, gak ada listrik," pungkas Rudiantara. (asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed