Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hotspot 'Panaskan' Kutub Utara

Hotspot 'Panaskan' Kutub Utara


- detikInet

Jakarta - Kurang lebih 80 kilometer dari 'ubun-ubun bumi' di kutub utara, telah berdiri hotspot internet Wi-Fi. Bukti kehandalan teknologi atau sekadar cari sensasi?Akses internet nirkabel lewat teknologi Wi-Fi, dikenal juga dengan istilah hotspot, telah didirikan di area Bumi paling utara. Hal itu dilakukan oleh dua orang karyawan Intel Rusia yang baru-baru ini melakukan ekspedisi ke Kutub Utara. Pekerja Intel tersebut memasang titik akses untuk koneksi 802.11b/g pada lokasi kemah utama petualangan mereka di Kutub Utara. Seperti disebutkan The Register, yang dikutip detikinet, Jumat (15/04/2005), para pekerja itu juga membuat Wireles Local Area Network (WLAN) dengan tiga laptop IBM berteknologi Centrino.Lokasi tersebut berdekatan dengan perkemahan Barneo (89 derajat lintang utara). Barneo digunakan untuk mendukung berbagai ekspedisi di Artik, nama lain Kutub Utara. Namun lokasi itu tidak selalu dihuni sepanjang tahun, berhubung keamanan daerah itu sangat tergantung pada cuaca.Menguji TeknologiKonon, pemasangan hotspot di daerah itu dilakukan untuk menguji batas teknologi. Suhu di area tersebut, pada bulan-bulan April, tidak pernah lebih tinggi dari minus 22 derajat Celcius. Selain itu kelembaban udara rata-rata mencapai 85 persen. Layar LCD yang digunakan laptop serta baterai adalah 'korban' paling potensial dari 'kekejaman cuaca' di Artik. Baterai konon lebih cepat soak pada kondisi beku seperti itu. Belum lagi, perbedaan suhu di luar ruangan dengan di dalam ruangan berpotensi menimbulkan embun di dalam mesin.Jaringan tersebut menggunakan koneksi internet lewat ponsel satelit. Siapapun yang mengunjungi perkemahan Barneo kini bisa menggunakan layanan tersebut. Tentunya, kunjungan ke Kutub Utara tidak akan sesering kunjungan ke Bali, misalnya.Para 'penjelajah' Intel itu juga mendatangi perkemahan NP-33. Ini adalah satu-satunya lokasi penelitian di kutub yang senantiasa berpindah-pindah. Maklum saja, perkemahan itu berada pada dataran yang terapung.Apakah ini berarti teknologi Wi-Fi sudah cukup handal sehingga sanggup menjangkau kutub utara. Atau hanya upaya mencari sensasi? (rouzni/)







Hide Ads