Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Terapi Depresi Bisa Lewat Ponsel

Terapi Depresi Bisa Lewat Ponsel


- detikInet

Jakarta - Banyak cara untuk memberikan terapi psikologis, khususnya bagi anak-anak muda yang rentan depresi. Daripada harus datang ke psikolog, mending isi kuisonernya lewat ponsel.Sekelompok peneliti Australia berencana akan memanfaatkan fenomena kecintaan remaja terhadap ponsel, sebagai salah satu strategi untuk memonitor tingkat depresi mereka. Selain itu, para peneliti juga berharap metode ini dapat menangkap tanda-tanda awal kecenderungan untuk bunuh diri.Menurut psikolog Sophie Reid dari Murdoch Children's Research Institute, Melbourne, "Remaja cenderung segan untuk datang ke psikolog saat mereka sedang tidak mood. Apalagi kalau harus mengisi kuisoner. Kuisoner itu dianggap seperti pekerjaan rumah bagi mereka." Demikian seperti dilansir Associated Press, dan dikutip detikinet, Sabtu (30/4/2005).Ia juga menambahkan, ponsel adalah cara ampuh untuk mengajak mereka terlibat. Pasalnya, ponsel itu ibarat barang berharga yang tidak mungkin mereka hilangkan, bahkan dalam penggunaanya pun mereka terbukti lebih handal dari orang dewasa pada umumnya.Secara teknis, ada software--didisain khusus untuk program ini--yang bisa di-download ke ponsel mereka. Software tersebut memungkinkan beberapa pertanyaan untuk dikirim dua kali sehari guna mendapat respon akan keadaan mood remaja bersangkutan dan untuk melihat potensi terkena depresi.Di akhir minggu, informasi hasil respon sekelompok remaja tersebut disimpan ke sistem repositori para peneliti dengan menggunakan teknologi infrared atau bluetooth.Hal ini sepertinya sepele namum sebetulnya sangat penting. Karena depresi adalah kondisi yang bisa datang kapan saja tanpa kita sadari. Yang penting dalam usaha pengobatannya adalah mencari akar permasalahan dari depresi itu sendiri.Pada masa percobaan nanti, software ini akan dipasang ke ponsel 400 orang remaja selama 12 bulan. Selama ini, sekitar 30 persen remaja di Australia menderita depresi. Hal ini sangat mengkhawatirkan masyarakat, karena disinyalir menjadi indikator potensi bunuh diri di kalangan anak muda.Rencana jangka panjang dari program ini adalah agar ponsel dapat betul-betul dimanfaatkan untuk mendeteksi mood dan mengetahui secara pasti apa yang akan membuat mereka merasa lebih baik atau buruk. Dalam hal ini, ponsel akan menyediakan menu pilihan pertolongan dan metode terapi yang dipilih.Sejauh ini, sambutan dari kalangan remaja cukup baik dan antusiasme mereka pun lumayan tinggi. (wicak/)







Hide Ads