Kamis, 18 Jan 2018 21:05 WIB

Ambisi Menteri Rudiantara Cerdaskan Bangsa Lewat Internet

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya untuk meluncurkan satelit internet milik pemerintah. Targetnya, pada 2025 nanti seluruh sekolah yang ada di Tanah Air sudah terhubungan layanan internet.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebutkan pemerintah ingin meluncurkan dua unit satelit berjenis High Throughput Satellite (HTS). Satelit tersebut akan dimanfaatkan untuk menyebarkan akses internet ke berbagai wilayah di Tanah Air.

"Pada 2021 satelit pertama diluncurkan, mungkin satu atau dua tahun satelit berikutnya muncul. Pada saat itulah, kita tata semua. Targetnya pada 2025, tidak ada lagi sekolah yang tidak terhubung internet dalam proses belajar-mengajar, tidak ada lagi Puskesmas, Koramil, Polsek yang tidak terhubung internet. Keputusannya dari sekarang, jangan sampai kayak Palapa Ring yang menunggu 12 tahun," tutur Rudiantara dalam sambutannya di acara Apnatel, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Bangsa Ini Mau Pinter? Menkominfo: Browsing di InternetFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto


Rudiantara menuturkan bahwa saat ini dari 262 ribu sekolah, di mana yang baru tersentuh internet sekitar 140 ribu. Menurutnya, apabila internet dilibatkan dalam proses belajar-mengajar, maka hal tersebut dapat membuat bangsa ini pintar.

"Kalau kita mau bangsa ini pintar, kita harus melibatkan internet dalam prose belajar-mengajar. Misalnya, tes untuk SMP dan SMA itu jangan disuruh belajar menghafal tapi kasih kasus, kasih soal. Solusinya suruh belajar, buka internet, browsing," sebut pria yang disapa Chief RA ini.

Saat dikonfirmasi langsung, sudah sejauh mana proses satelit pemerintah tersebut, Menkominfo mengatakan saat ini sedang dalam tahap verifikasi jumlah sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sedang verifikasi dari market. Market verification itu dari Dikbud, sekolahnya di mana, detilnya di mana, GPS-nya di mana, berapa longitude-nya, dan sebagainya. Setelah itu, masuk ke pra-desain, kemudian dokumen siapakan. Saya sampaikan, semester satu ini, dokumen tender harus sudah siap, putusannya akhir 2018. (Skemanya) kayak Palapa Ring," sebutnya. (jsn/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed