Kamis, 11 Jan 2018 11:09 WIB

Menkominfo Ungkap Jadwal Tender Satelit Pemerintah

Adi Fida Rahman - detikInet
Menkominfo Rudiantara. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Menkominfo Rudiantara. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai merealisasikan rencananya untuk meluncurkan satelit pemerintah. Pada kuartal kedua tahun ini proses tendernya akan mulai dibuka.

Informasi tersebut diungkap oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dia mengatakan realisasi peluncuran satelit menjadi salah satu agenda utama pihaknya.

Direncanakan proses tender akan dibuka pada semester pertama 2018, tepatnya pada kuartal kedua. Saat ini pihaknya tengah menyelesaikan market study-nya.

"2018 ini kami harapkan ditetapkan siapa pemenang untuk merancang, membangun dan mengoperasikan. Sama seperti Palapa Ring dengan konsep BOOT (build, own, operate, transfer)," kata Rudiantara saat ditemui usai menghadiri perayaan ulang tahun ke-8 Bukalapak di Jakarta, Rabu malam (11/1/2018).

Menkomifo tidak mempermasalahkan peserta maupun pemenang lelang dari asing. Karena di Indonesia tidak ada bisnis peluncuran satelit. Alasan lain terkait orbit. Indonesia saat ini hanya memiliki 7 slot orbit. Sementara jika menyiapkan satu slot orbit baru butuh proses lama.

"Butuh 7 tahun untuk menyiapkan satu slot orbit baru. Kalau menunggu 7 tahun kapan jadinya," kata pria yang kerap disapa Chief RA ini.

Jadi nantinya peserta yang ikut tender harus membawa slot orbit. Ini dijadikan cara pemerintah mengakuisisi slot orbit. Nah yang memiliki slot orbit saat ini adalah asing. "Slot yang tersisa punya asing. Tapi perusahaannya harus perusahaan Indonesia," tegas Menkominfo.

Terkait anggaran, Rudiantara belum bisa mengungkap karena menunggu tender. Namun peluncuran satelit pemerintah ini sudah masuk ke Proyek Strategis Nasional (PSN).

Proses Pembangunan

Setelah menetapkan pemenang tender, proses membangun satelit butuh waktu kurang lebih 38 bulan. Jadi diperkirakan akhir 2021 atau awal 2022 satelit siap meluncur.

Tapi pihak Kominfo tidak akan menunggu sampai satelit pemerintah sudah ada di slotnya. Mereka akan melakukan sekuritisasi kapasitas.

"Kalau ada kapasitas dari satelit hightroughtput punya orang nanti kami sewa dulu. Jadi ketika sudah ada satelit sendiri, kami akan ganti," ungkap Chief RA.

Untuk diketahui disiapkannya satelit hightroughhput guna memberikan akses internet cepat ke daerah-daerah pelosok yang sulit dijangkau oleh Palapa Ring. Saat ini, kata Rudiantara, ada 260 ribu sekolah yang ada di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 80 ribu belum tersentuh sama sekali dengan internet. Sementara 140 ribu sudah tersentuh internet namun hanya dipakai saat ujian negara berbasis komputer.

"Pemerintah ingin internet dipakai sebagai bagian dari proses belajar mengajar. Contoh, anak SMA dikasih kasus, dia cari jawabannya di internet lalu dikombinasikan dengan pemikiran mereka. Jadi tidak hanya menghafal, tapi bagaimana memacu dirinya mencari solusi yang sifatnya global. Ini membuat sumber daya manusia kita ke depan lebih kuat lagi," papar pria berkacamata itu.

Tidak hanya sekolah, adanya satelit hightroughhput dapat menghadirkan akses untuk lebih dari 10 ribu pesantren, 30 ribu puskesmas, selain juga polsek, polres, koramil, kodim di seluruh Indonesia. "Semuanya harus terhubung dengan internet," tegas Menkominfo.

[Gambas:Video 20detik]

(afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed