Demikian diutarakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat berbincang usai peluncuran Go-Bills di markas Go-Jek, Jakarta, Rabu (22/11/2017).
Pria yang kerap disapa Chief RA itu menjelaskan bahwa dilelangnya frekuensi 2,1 GHz tidak terlepas dari peningkatan trafik data di perkotaan. Untuk mengimbangi hal tersebut maka dimanfaatkan sisa spektrum yang ada di frekuensi 2,1 GHz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah proses lelang selesai, berlanjut ke penataan ulang frekuensi. Proses ini diperlukan karena penetapan kanal pada rentang 2,1 GHz tersebut berada pada kondisi yang tidak berdampingan dengan pita frekuensi radio yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan pita frekuensi radio yang berdampingan, maka akan memberikan keuntungan yang maksimal bagi semua operator dalam menggelar jaringan seluler. Dampaknya, masyarakat akan merasakan kecepatan dan kualitas akses mobile broadband yang relatif jauh lebih baik.
Penataan ulang frekuensi 2,1 GHz sudah berlangsung mulai Selasa tengah malam kemarin, (21/11/2017). Proses ini diharapkan dapat rampung pada awal tahun depan.
"Refarming sudah dimulai, Insya Allah April 2018 selesai. Biar kita cepat menikmati kualitas layanan data yang lebih baik di kota," pungkas Rudiantara. (rou/rou)