Minggu, 19 Nov 2017 12:53 WIB

Lepas Jadi Bos Indosat, Alex Terjun ke Dunia Startup

Agus Tri Haryanto - detikInet
Alexander Rusli Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Alexander Rusli Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Alexander Rusli resmi menanggalkan jabatan President Director dan CEO Indosat Ooredoo terhitung sejak 31 Oktober kemarin. Ia pun mencari peruntungan di bidang perusahaan rintisan atau yang dikenal startup.

Alex, begitu sapaan dari Alexander, menuturkan dalam bidang startup ini ia tidak berada dalam posisi sebagai pencentus konsep ide tapi sebagai investornya. Ada dua startup yang sejauh ini sudah digelontorkan pundi-pundi bersumber dari dirinya.

"Jadi, ada dua startup yang sudah saya invest. Pertama itu namanya Redkendi, itu perusahaan katering buat perusahaan-perusahaan besar atau pabrik, dan para penjual itu dari parak UKM. Jadi, platform ini mempertemukan antara UKM dengan perusahaan besar," ujar Alex beberapa waktu lalu di acara farewell dengan awak media di Jakarta.

Startup katering, menurutnya sangat menarik. Sebab, berbagai perusahaan tentunya mencoba untuk selalu menghadirkan varias makanan bagi karyawannya. Sebelum ke tahap tersebut, perusahaan tersebut tentunya akan melakukan tender kepada perusahaan katering.

"Dengan platform ini, mereka bisa ganti makanan setiap 2-3 minggu. Selain itu, ada kesempatan juga bagi UKM untuk bisa berjualan karena orang ingin variasi makanan. Ide itu luar biasa, makanya saya tertarik untuk investasi," ucapnya.

Sementara untuk startup satu lagi, Alex belum bisa menyebutkan namanya karena penamaan startup tersebu sedang dicari. Satu hal yang pasti yang bisa diungkap, startup tersebut mengenai layanan penyedia charging buat smartphone.

"Sharing alat charge untuk telepon gitu, kan baterai kita selalu cepat habis, itu namanya sedang kita cari. Rencana launching bulan Desember ini," kata pria berumur 46 tahun ini.

Alex mengungkapkan ketertarikan untuk bergelut di bidang startup sudah terasa saat masih menjabat bos Indosat. Menurutnya, ekosistem dunia digital itu hidup berkat adanya startup, di mana dikatakannya, misalnya dunia telekomunikasi.

"Ide barunya banyak banget, tapi itu butuh orang-orang yang percaya untuk mau naruh uang agar mereka berkembang ke tahap tertentu, makanya saya tertarik investasi," ucapnya.

Meski menyatakan terjun di dunia startup, bidang tersebut tidak akan menjadi fokus utamanya. Dengan umurnya yang masih terbilang muda, Alex ingin mencari tantangan lain lagi, di mana itu masih berkaitan dengan teknologi.

"Saya baru 46 tahun, saya juga akan mencari yang sifanya full time juga. Ini saya sedang melihat juga dan observasi arah industri seperti apa. Industri kan disruptif mulai dari transportasi, perbankan, telekomunikasi, hingga retail. Sebetulnya kalau saya kerja di satu tempat, untuk lima tahun ke depan, butuh sesuatu yang arahnya berkembang," kata Alex. (asj/asj)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed