Selasa, 26 Sep 2017 12:52 WIB

Minta Tarif Data Naik, Indosat Ganti Dirut?

Achmad Rouzni Noor II, Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Alexander Rusli (detikINET/Achmad Rouzni Noor II) Alexander Rusli (detikINET/Achmad Rouzni Noor II)
Jakarta - Alexander Rusli memasuki tahun terakhirnya sebagai President Director & CEO Indosat Ooredoo. Lanjut atau akan ada pergantian dirut baru di Indosat?

Masa jabatan pria yang akrab disapa Alex itu akan habis pada akhir Oktober 2017 ini, mengingat ia hanya dikontrak lima tahun mulai November 2012, sebagaimana tertulis dalam situs Indosat Ooredoo, yang diintip detikINET, Selasa (26/9/2017).

Dijumpai di DigiPlanet Indosat Ooredoo, Alex pun mengaku masih belum bisa memutuskan, apakah kontraknya akan berlanjut atau tidak setelah masa jabatannya berakhir.

"Pokoknya kontrak saya habis tahun ini, tapi saya belum tahu kelanjutannya. Masih harus diomongin dulu karena belum ada kesepakatan," ujarnya.



"Diskusi akan terus berjalan untuk membahas target perusahaan dalam 2-3 tahun ke depan. Jika para komisaris tidak nyaman dengan target saya ataupun sebaliknya, ya berakhir sudah."

"Karena ketika saya menandatangani kontrak lima tahun lalu pun kami sama-sama nyaman dengan target masing-masing, dan saya komit untuk mencapainya," katanya menjelaskan

Satu hal yang pasti, jika kontraknya memang tidak dilanjutkan, ia ingin berada di sebuah industri yang menantang alias game-changing. Terkait hal itu, Alex mengatakan bahwa industri telekomunikasi lebih menantang seperti industri infrastruktur.

"We're not changing the world like Go-Jek," katanya. Ia pun mengaku belum ada pinangan yang ditujukan kepadanya dari pihak mana pun sampai saat ini.

Masih Berharap Tarif Data Naik

Alex berharap, jika ini memang tahun terakhirnya memimpin Indosat Ooredoo, ia menginginkan floor price untuk tarif data bagi operator seluler di Indonesia masih bisa naik.

"Kalau tidak, sulit. Karena ini merupakan infrastruktur yang membawa dunia digital. Kalau seluruh atau sebagian operator rugi, akan sulit kedepannya, karena industri digital sangat bergantung pada keuntungan yang diraup operator. Kalau begini terus, nggak ada shareholders yang mau menanam modal," ujarnya.



Selain itu, ia juga berharap kepada pemerintah untuk mempermudah dalam menjalin konsolidasi dan memperjelas peraturan-peraturan terkait telekomunikasi digital. Menurutnya, hal tersebut akan membuka opsi-opsi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Terkait dengan siapa sosok yang akan menggantikannya, Alexander Rusli berujar bahwa ia selalu menyiapkan pengganti.

"Tugas saya sebagai CEO memang harus menyiapkan pengganti. Kalau saya ketabrak mobil dan meninggal, kan bisnis harus berjalan terus," katanya.

Calon Pengganti Dirut

Ia mengatakan terdapat dua kandidat yang akan menjadi suksesornya di Indosat Ooredoo, namun tidak dikatakan secara rinci siapa saja mereka. Namun dari kabar yang beredar, sudah ada sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi calon dirut baru Indosat.

Beberapa di antaranya adalah Joy Wahyudi (Direktur & Chief Sales Indosat), Muhammad Awaluddin (Dirut Angkasa Pura II), Muhammad Danny Buldansyah (Wakil Dirut Hutchison 3 Indonesia), dan Fadzri Sentosa (Mantan Direktur Indosat).

Sejumlah nama lainnya juga beredar seperti Sarwoto Atmosutarno (Mantan Dirut Telkomsel), Herfini Haryono (Direktur Wholesales dan Enterprise Service Indosat), dan Arya Damar (Direktur Utama Lintasarta).

Ooredoo sebagai pemegang saham mayoritas (65%) di Indosat Ooredoo dikabarkan tengah mencari kandidat potensial untuk menempati posisi orang nomor satu di operator itu.

Para eksekutif Ooredoo pun kabarnya sudah berkomunikasi dengan pejabat di Kementrian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN) sebagai kuasa pemegang saham 14,3% pemerintah terkait rencana pergantian.

Sesuai ketentuan, posisi President Director/CEO di Indosat haruslah orang Indonesia, selain satu perwakilan pemerintah di posisi direksi. (rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed