Selasa, 08 Agu 2017 13:55 WIB

Wawancara Khusus

Indonesia Bisa Tiru Konsolidasi Operator di India

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Sejak menjabat jadi Menteri Komunikasi dan Informatika, efesiensi industri telekomunikasi menjadi agenda yang ingin diwujudukan Rudiantara. Ia ingin Indonesia hanya punya 3-4 operator telekomunikasi saja ke depannya.

Tentu hal itu bukan tanpa alasan. Pria yang kerap disapa Chief RA itu melihat kondisi industri telekomunikasi saat ini.

"Tidak mungkin survived semuanya. Yang terjadi sekarang, ada operator yang pendapatannya triliunan, ada juga yang 100 miliar saja tidak sampai. Itu tidak bagus dalam tatanan industri," katanya.

"Karena mengapa? Jika industri tidak efisien, ketidakefisienan ini akan passthrough (berimbas) ke pelanggan," imbuh Rudiantara.

Itulah sebabnya, sebagai regulator, Rudiantara harus memikirkan bagaiamana industri ini terjaga keberlangsungannya. Salah satunya dengan menganjurkan operator telekomunikasi di Tanah Air melakukan konsolidasi.

"India itu penduduknya satu miliar lebih. Pasarnya begitu besar, tapi operator di sana saja mau melakukan konsolidasi," ungkap Chief RA.

Konsolidasi bisa dilakukan dengen merger atau akusisi. Menkominfo menyakini ini akan memberi dampak pembangunan infrastruktur lebih cepat. Selain itu biaya produksi operator jadi lebih rendah.

Alhasil, dengan margin yang sama, tapi biaya produksi rendah, maka harga jual bisa terjangkau. Selain itu operator jadi punya daya tawar (bargaining power) terhadap vendor.

Operator Telekomunikasi India Saja Bisa KonsolidasiFoto: detikINET/Agus Tri Haryanto


Tapi pria berkacamata ini menyadari ajakan konsolidasi ini tidak mudah. Perlu kesabaran dan sosialisasi terus menerus.

"Kenapa konsolidasi ini terus saya sampaikan, sejak saya jadi menteri, karena saya sayang dengan teman-teman operator, ini pasti akan tambah rugi. Sudah, mending cut loss saja, nanti saya bantu dengan regulasi. Saya tuh ingin membantu, jangan rugi lebih banyak," katanya.

"Tapi ini memang tidak mudah. Mungkin karena ego atau punya uang atau apa, jadi merasa lebih baik rugi ketimbang cut loss," tambah Chief RA, panggilan akrabnya.

Ia selalu menyampaikan kepada masyarakat yang pemerintah upayakan adalah harga yang lebih terjangkau, bukan murah-murahan, atau malah tidak bayar. Jika tidak bayar, masyarakat harusnya curiga.

"Bagaimana mereka mau memelihara jaringan, dari mana uangnya. Kalau tidak ada uang untuk memelihara jaringan, yang rugi masyarakat juga," tegas bapak dua anak itu.

(afr/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed