Keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso sebagai pelatih kepala memicu gelombang reaksi besar di media sosial. Tak butuh waktu lama, opini publik langsung terbelah antara pihak yang mendukung keputusan klub dan mereka yang menilai pemecatan ini terlalu tergesa-gesa. Isu ego pemain bintang pun ikut menyeruak dan menjadi perbincangan panas warganet.
Pemecatan Alonso diumumkan pada Selasa (13/1/2026), hanya sehari setelah Real Madrid kalah dramatis 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi. Meski pernyataan resmi klub menyebut perpisahan terjadi secara "kesepakatan bersama", banyak laporan menyebut langkah ini sebagai pemecatan mendadak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Era Singkat Xabi Alonso di Santiago Bernabeu
Xabi Alonso baru menangani Real Madrid selama sekitar tujuh hingga delapan bulan. Ia datang dengan reputasi tinggi usai sukses besar bersama Bayer Leverkusen, termasuk membawa klub Jerman itu tampil dominan di kompetisi domestik. Harapan tinggi pun langsung dibebankan kepadanya di Santiago Bernabeu.
Namun, tekanan khas Real Madrid kembali menunjukkan wajah aslinya. Meski Los Blancos masih berada di posisi kedua klasemen La Liga dan belum sepenuhnya tertutup peluang di kompetisi lain, manajemen klub disebut tak mau mengambil risiko lebih jauh setelah kekalahan di laga-laga besar.
Sebagai pengganti, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa, mantan bek andalan klub yang sebelumnya melatih tim Castilla. Arbeloa kini langsung dihadapkan pada tantangan berat: menenangkan ruang ganti penuh bintang sekaligus menjaga peluang gelar.
Xabi Alonso head coach of Real Madrid during the press conference ahead to the Spanish Super Cup final match between FC BArcelona and Real Madrid at King Abdullah Sports City Hall Stadium on January 10, 2026 in Jeddah, Saudi Arabia. (Photo by Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images) Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto |
Isu Ego dan Ketegangan Ruang Ganti
Di balik keputusan pemecatan ini, sejumlah laporan menyebut adanya masalah internal. Xabi dikenal menerapkan disiplin tinggi, mulai dari intensitas latihan fisik hingga pembatasan tertentu di luar lapangan. Pendekatan tersebut disebut kurang cocok dengan sebagian pemain bintang yang terbiasa dengan gaya manajemen lebih longgar pada era Carlo Ancelotti.
Nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius Jr. ikut diseret dalam spekulasi dinamika ego "Galactico" yang sulit dikendalikan. Selain itu, perbedaan pandangan terkait kebijakan transfer pemain muda juga disebut memperkeruh situasi.
Presiden klub Florentino Perez dikabarkan bergerak cepat demi menjaga stabilitas dan ambisi trofi, sebuah langkah yang bagi sebagian pihak dianggap klasik: tanpa banyak kesabaran.
Pro-Kontra Netizen Meledak di Media Sosial
|
Foto: Getty Images/Denis Doyle
|
Kubu pro pemecatan menilai keputusan klub sudah tepat. Mereka beranggapan Xabi gagal mengelola skuad bertabur bintang dan terlalu kaku secara taktik.
"Buat apa fans Madrid bela Xabi? Dia aja g mampu menang lawan Barcelona di Supercopa. Big Games vs PSG, Man City, Liverpool juga jelek. Akui aja dia g layak malah nyalahin pemain," kata @Reze61564954.
"Tpi jujur gw sbg fans barca lihat xabi tuh malah lebih cocok sma gaya permainan barca sih. Gw malah seneng xabi out, krn klo xabi menjalankan taktiknya sesuai rencana dan dapetin pemain2 sesuai keinginannya keknya bakal ngeri skuadnya," tutur @thaymochtar.
Sebaliknya, kubu kontra pemecatan menilai Real Madrid bertindak terlalu impulsif. Banyak yang menyoroti prilaku pemain.
"Xabi ini pelatih bagus sebenernya, tapi emg ga cocok sm Madrid yg mostly mengandalkan individu pemain Dikasih pelatih yg main sistem ke tim yang ga pernah main pake sistem, ditambah ego pemainnya minta ampun, ya jelas aja bubar Ini Ramos gaada niatan ospek ini bocah" gen z kh?" kata @MnrchivpL_.
"Yg Xabi mau sbenarnya sbagian besar Fans mau, yaitu permainan yg mmpunyai pakem, gameplay yg jelas, taktikal, high press & kompak. Bosen tau liat Madrid maen gitu2 mulu, sprt habis cetak gol joging ga niat nambah gol, di serang malah santai, jarak antar lini jauh, bingung ngoper," ujar @wawananwar12.
detikers sendiri perpihak yang mana?
(afr/afr)


