Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Kami Perlu KPPU, Agar Tak Saling Bunuh'

'Kami Perlu KPPU, Agar Tak Saling Bunuh'


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah. (Ardhi Suryadhi/detikINET)
Jakarta - Telkomsel menilai telah terjadi persaingan tidak sehat di industri telekomunikasi. Karenanya, dibutuhkan peranan tak hanya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tapi juga dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Seperti diketahui, polemik terkait ambang batas bawah tarif komunikasi data tengah menjadi topik hangat di industri telekomunikasi dalam beberapa pekan terakhir. Beredar surat Indosat Oooredoo yang mengajukan permohonan agar pemerintah mau mengintervensi perang tarif dengan menetapkan tarif bawah komunikasi data internet.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Telkomsel menilai bahwa isi surat yang dilayangkan oleh Indosat secara fundamental ada benarnya, tapi disebut Ririek harus bisa dicarikan solusi yang pas.

"KPPU sebenarnya memegang peranan. Perlu membantu untuk menjaga persaingan ini. Karena industri yang bagus, persaingannya harus sehat, tidak saling bunuh-bunuhan. KPPU salah satu stake holder yang harus menjaga agar nantinya industri ini tetap sustainable (berkelanjutan)," papar Ririek di kantor Telkomsel, Jakarta.



Ririek pun menegaskan bahwa inilah mengapa sebabnya banyak pihak yang perlu terlibat di sini. Permasalahan ini dinilai tidak sekadar tanggung jawab Kominfo. Operator pun harus bisa menjaga diri.

"Idealnya persaingan itu bukan persaingan harga. Kita terus terang ini terjebak di perang yang paling mendasar, yakni perang harga. Nah itu yang terjadi saat ini," ucapnya.

"Mustinya persaingan itu bisa ke yang lebih sehat, semisal kualitas layanan, persaingan keanekaragaman layanan, jadi lebih ke arah situ lah. Sehingga tidak merusak industri itu sendiri. Dan itu rasanya yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat kita," pungkas Ririek. (mag/rou)





Hide Ads