'Diserang' di Dunia Maya, CEO Indosat Tak Kapok Main Medsos

'Diserang' di Dunia Maya, CEO Indosat Tak Kapok Main Medsos

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 13 Jun 2017 11:56 WIB
Alexander Rusli. Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli curhat mengenai serangan di dunia maya, khususnya di media sosial (medsos) terkait kabar salah satu pegawainya dipecat karena dinilai anti pemerintah.

Permasalahan tersebut dimulai saat pegawai inisial RMF itu mengungkapkan pandangannya di medsos yang dianggap anti pemerintah. Sontak ada netizen mempersoalkan pernyataan RMF. Kemudian ada yang membuka identitas RMF, termasuk tempat kerja kerjanya, yakni Indosat.

Netizen menyerukan agar CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli memproses RMF. Alex pun menanggapi. "Sebagai perusahaan kami tdk tolerate sama sekali pegawai yang anti NKRI," kata Alexander di Twitter-nya, yang kemudian malah memunculkan tagar #boikotindosat karena pernyataan Alex dinilai di luar batas.

Perihal kasus tersebut, Alex menceritakan kronologisnya. Dikatakan Alex bahwa RMF itu memang salah satu pegawai yang bekerja di perusahaannya, namun kabar pemecatan yang menyebar itu tidak benar.

"Awalnya ada salah satu staf di sini (Indosat Ooredoo) yang mengeluarkan statement cenderung anti pemerintah. Saya tidak tahu yang mana, sebelum tahu, saya bilang tidak tolerir yang anti NKRI, sudah gitu saja," Jelas Alex mengenai maksud dari pernyataannya di akun Twitter-nya ketika itu

"Sesuai peraturan perusahaan, dipanggil dan dikasih warning verbal, malah tahu-tahu (kabarnya) dipecat, buyarlah setelah itu. Orangnya masih ada, gak dikeluarkan," keluh Alex.

Informasi tersebut tampaknya tak sampai ke jagat maya, sehingga netizen langsung bereaksi teradap cuitan Alex mengenai RMF. Alex pun mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Dikatakan dia, bahwa ke depannya akan lebih berhati-hati mengeluarkan pernyataan. Namun dia takkan berhenti aktif di medsos. Sebab, dunia maya tersebut adalah tempat untuk mendengar keluhan konsumen secara langsung.

"Hikmahnya, ada yang ngasih nasihat di kondisi (genting) ini bahwa jangan ambil posisi memihak manapun. Nge-tweet nantinya harus selalu di tengah (netral). Saya gak kapok nge-tweet," ungkapnya (fyk/fyk)