Presiden Direktur Tri Indonesia Randeep Singh Sekhon mengatakan belum melirik teknologi 4,5G. Sebab pihaknya ingin lebih fokus pada pengalaman pelanggan.
"Dari pada cuma demo, lebih baik kami menghadirkan layanan broadband yang kencang dan murah," katanya di acara peluncuran program Isi Ulang Enjoy di Jakarta, Selasa (24/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"4,5G butuh 20 MHz, di 1,8GHz hanya ada 10 MHz. Bisa pakai carrier aggregation, tapi akan mengorbankan pelanggan 3G kami," kata Danny.
"Saat ini juga belum banyak perangkat yang mendukung, jadi percuma menggelar," imbuhnya.
Seperti diketahui pesta olahraga Asian Games yang bakal digelar di Jakarta dan Palembang diharapkan pemerintah dapat jadi ajang memamerkan kemampuan teknologi 4,5G di Indonesia.
Untuk itu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo dan Smartfren muai mendemokan teknologi 4,5G. Ketiga operator besar mengadopsi teknologi 4T4R MIMO. Sementara Smartfren menggunakan teknologi Massive MIMO. (afr/fyk)