"Terus terang, saya awalnya ketar-ketir, terutama di daerah yang macet berat," kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu saat ditemui detikINET di kantor Wapres di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (13/7/2016).
Wajar saja ia merasa khawatir. Pasalnya, macet panjang yang membuat ribuan manusia bertumpuk di satu titik jaringan, bisa membuat trafik komunikasi yang tersedia juga ikut membludak dan tersendat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau telepon tidak bisa, waduh itu akan menjadi parah. Untungnya, teman-teman operator sangat baik penyiapannya, bahkan sempat disiapkan emergency kalau kekurangan pulsa.
"Walaupun beberapa operator sudah bisa menyediakan layanan, kalau mau beli pulsa, nambah pulsa, supaya gak kehabisan pulsa itu pakai elektronik, bisa pakai kartu kredit atau debit card. Sebenarnya fisik pun sudah disiapkan, motor pun masuk bawa voucher, tapi pada akhirnya tidak diperlukan, tidak ada masalah. Masih bisa berjalan dengan baik.
"kekhawatiran berikutnya adalah ponselnya ada, pulsa ada, tapi karena mesin mobil mati tidak bisa berkomunikasi, repot juga kan. Tapi Alhamdulillah, Pertamina juga masuk untuk jualan BBM dalam kemasan. Ya walaupun dari lalin macet, tapi dari sisi komunikasi Alhamdulillah masih bagus," paparnya.
Dari sisi penggunaan layanan komunikasi, menteri bersyukur operator seluler seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, dan Smartfren Telecom, telah jauh-jauh hari mengantisipasinya dengan peningkatan kapasitas jaringan, khususnya untuk kapasitas akses data.
Kemudian dari data yang diterimanya, kenaikan trafik tiap operator tidak ada yang di bawah 50%. Untuk layanan data saat mudik kemarin, yang menjadi primadona adalah layanan video streaming, khususnya untuk mengakses YouTube.
Dengan melonjaknya trafik komunikasi baik untuk akses telepon, SMS, maupun data, menurut menteri, operator ikut meraup keuntungan besar. Khususnya sejak berlangsungnya mudik hingga arus balik.
"Bervariasi, ada yang menargetkan satu hari bisa lebih dari Rp 300 miliar karena kan lonjakannya luar biasa sekali. Itu lonjakan itu trafik transaksinya, tapi semuanya larinya ke data sekarang," pungkas Chief RA. (rou/rou)