Layanan itu nantinya akan mencakup empat hal yang bisa dilakukan pelanggan lewat ponsel, yakni tabungan, asuransi, pinjaman/pembiayaan dan investasi.
Masing-masing layanan itu nantinya akan disediakan oleh mitra seperti Bank Sulut, Adira Insurance, WOM Finance dan BNP Paribas Asset Management. Sedangkan Indosat hanya berperan sebagai penyedia platform sistem dan teknologinya saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jaringan penjualan kami hingga ke pelosok indonesia merupakan potensi untuk menghadirkan layanan keuangan ini secara lebih luas lagi," ujarnya dalam seremoni yang berlangsung di Balai Pelelangan Ikan di Bitung, Rabu (3/2/2016).
Dijelaskan olehnya, keempat fitur itu lengkapnya adalah Tabungan Mikro dimulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 20 juta, Pinjaman Mikro dimulai dari Rp 2,1 juta, Asuransi Mikro mulai dari Rp 10 ribu, dan Investasi Mikro mulai dari Rp 100 ribu.
Menurut Randy Pangalila, Group Head Mobile Financial Services Indosat Ooredoo, duaΒ dari empat fitur itu akan bisa langsung dimanfaatkan, yaitu asuransi dan pinjaman.
Sedangkan untuk tabungan akan menunggu rekanan Indosat, yakni BPD Sulut, mendapat izin branchless banking dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Demikian pula fitur investasi dinyatakan sebagai fitur lanjutan yang akan datang kemudian.
"Dompetku Nusantara saat ini baru bisa dinikmati di wilayah Sulawesi Utara. Wilayah lain akan menunggu kesiapan rekanan setempat," kata Randy.
![]() |
Diharapkan layanan ini nantinya bisa berkontribusi pada upaya meningkatkan literasi dan akses layanan keuangan di Indonesia.
"Menurut data OJK, diperkirakan masih sekitar 78%- 80% penduduk Indonesia yang tidak memiliki akses ke layanan keuangan," pungkasnya.
Acara seremoni Dompetku Nusantara ini ikut dihadiri oleh Ketua OJK Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku Utara Elyanus Pongsoda, Staf Ahli Menkeu Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Asteraprimanto Bhakti, dan Staf Ahli Gubernur Sulawesi Utara bidang ekonomi Rudi Roring. (rou/ash)
