Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Psst.. Ini Bocoran Rencana 4G Telkomsel di 2016

Psst.. Ini Bocoran Rencana 4G Telkomsel di 2016


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Telkomsel saat memaparkan rencana 4G di 2016 (rou/detikINET)
Pekanbaru -

Telkomsel memang telah menuntaskan ekspansi 4G di 14 kota sepanjang 2015 ini. Namun bukan berarti pembangunan jaringannya berhenti sampai di situ saja. Masih ada 16 kota lagi yang siap digeber anak usaha Telkom itu begitu memasuki 2016.

"Target kami minimal, kota yang kebagian 4G dua kali lipat dari yang sekarang. Sehingga di akhir 2016 nanti 4G LTE Telkomsel akan ada di 30 kota," kata Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah di Pekanbaru, Sabtu (19/12/2015).

Ririek memang tak mau membeberkan secara detail kota-kota yang jadi bidikannya untuk kelanjutan ekspansi 4G di sepanjang tahun depan. Namun ia memastikan bahwa ke-16 kota tersebut termasuk yang paling tinggi trafik penggunaan akses datanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa ditebak sendiri ada di kota-kota mana saja. Yang pasti ada di semua pulau seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Tunggu saja tanggal mainnya," lanjut orang nomor satu di operator yang melayani 150 juta pelanggan seluler itu.

Sementara, Vice President LTE Commercial Telkomsel Lindayanti Harjono, menambahkan bahwa kota-kota yang menjadi bidikan mereka adalah kota yang pelanggannya tercatat sudah banyak menggunakan handset 4G.

Seperti di Pekanbaru saat ini, misalnya, Telkomsel menghadirkan jaringan 4G karena di kota ini sudah ada lebih dari 100 ribu pelanggannya yang telah menggunakan handset 4G. Itu yang kemudian jadi landasan Telkomsel dalam memilih kota yang jadi target ekspansi 4G.
Β 
"Saat ini pelanggan 4G Telkomsel sudah 2,2 juta sampai saat ini. Sementara di network kami tercatat ada tujuh juta pelanggan yang sudah pakai handset 4G yang harganya di atas Rp 5 jutaan," kata Linda masih dalam kesempatan yang sama.

"Tahun depan, pasti akan makin banyak lagi yang pakai handset 4G karena sudah ada vendor yang jual handsetnya di harga Rp 1 jutaan. Sehingga kami berani targetkan di tahun 2016 nanti pelanggan yang akan jadi pengguna 4G Telkomsel menjadi delapan juta pelanggan," paparnya lebih lanjut.

Linda juga menjelaskan, alasan Telkomsel menggeber ekspansi jaringan 4G dikarenakan tingginya average revenue per user (ARPU) untuk penggunaan data. Pelanggan yang telah migrasi dari 2G/3G ke 4G, ARPU-nya rata-rata melonjak 2-3 kali lipat.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam mengakses 4G, Telkomsel sendiri sejauh ini telah membangun 3.000 eNode B. Angka ini dipastikan akan meningkat pesat di tahun 2016. Namun sayangnya, baik Ririek maupun Linda belum mau membeberkan detail base station 4G yang akan dibangun tahun depan.

"Yang pasti, setiap kota yang kami targetkan untuk ekspansi 4G, minimal sudah punya coverage 70% populasi. Baru kemudian kami berani komersialisasikan. Ini demi menjaga user experience pelanggan dalam menggunakan akses 4G yang lebih baik," jelas Linda.

Sementara Ririek menambahkan, eNode B untuk base station 4G yang dibangun oleh Telkomsel, semuanya sudah berbasis fiber optik, bukan cuma mengandalkan IP microwave. "Ini karena kami didukung oleh infrastruktur TelkomGroup," ucapnya.

Telkomsel sendiri dalam mengoperasikan 4G saat ini menggunakan lebar frekuensi 10 MHz di spektrum 1.800 MHz. Sementara di beberapa kota, ada juga yang akan menggunakan spektrum 5 MHz di 900 MHz untuk carrier aggregation.

Lebar pita di 900 MHz sendiri masih ada kemungkinan ditambah untuk 4G karena migrasi Flexi di 800 MHz telah usai sejak Mei-Juni 2015 lalu. Namun sayangnya, spektrum tambahan dari Flexi itu masih belum bisa digunakan karena frekuensi untuk extended 900 itu masih ditempati oleh Smartfren.

"Kalau masalah itu lebih baik ditanyakan ke Pak Menteri (Kominfo Rudiantara) saja. Karena frekuensi itu milik negara. Tapi ketika frekuensi itu bisa ditempati, nanti kami di 900 MHz bisa dapat tambahan 7,5 MHz. Total jadinya dengan yang sekarang 7,5 MHz jadi 15 MHz," pungkas Ririek.

(rou/yud)







Hide Ads
LIVE