β
Namun operator yang identik dengan warna hitam itu ternyata punya lalu lintas data yang sangat besar. Tiap harinya, Tri melayani lalu lintas data sebesar 1.300 TB.
Padahal Tri secara total cuma punya spektrum selebar 20 MHz, terbagi menjadi dua, yaitu 10 MHz di 1.800 MHz dan 10 MHz di 2.100 MHz.
βTrafik data kami terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel. Sekitar 1.300 TB per harinya, sementara Telkomsel sekitar 1.400 TB per hari," ujar Muhammad Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur Hutchison Tri Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Danny, berkaca dari data tersebut sejatinya penilaian atas kiprah operator jangan hanya dilihat dari jumlah pelanggan. Melainkan juga dari trafik data yang mereka layani tiap harinya. "Sepertiga trafik data selular di Indonesia itu dari Tri lho,β pungkas pria yang belum genap setahun menjabat posisinya di Tri itu.
Sampai kuartal III 2015, Tri tercatat mempunyai 54 juta pelanggan, dengan 65% di antaranya merupakan pengguna smartphone. "Itu besar lho, di industri angka pengguna smartphone itu rata-rata cuma 45%," tutup Danny.β
Di antara para operator penyedia layanan seluler 4G, posisi Tri memang paling tidak menguntungkan. Secara total, mereka hanya menempati lebar spektrum 20 MHz dimana kini masing-masing 5 MHz untuk 2G dan 4G di 1.800 MHz, dan 10 MHz untuk 3G di 2,1 GHz.
Dibandingkan operator lain seperti Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata, spektrum yang dimiliki Tri jelas kalah telak. Bahkan dengan spektrum milik Smartfren Telecom saja mereka masih kalah lebar.
Smartfren saja saat ini menempati 10 MHz di 800 MHz -- bekas peninggalan Bakrie Telecom dan Mobile-8 Telecom, kemudian 30 MHz di 2,3 GHz sebagai kompensasi untuk pindah dari 1.900 MHz yang rawan interferensi dengan 2,1 GHz. Total mereka punya 40 MHz.
Sementara Telkomsel jadi yang terbesar karena punya 15 MHz di 900 MHz -- jika digabung dengan spektrum bekas Flexi di 800 MHz, kemudian 22,5 MHz di 1.800 MHz, lalu 15 MHz di 2,1 GHz. Total mereka punya 52,5 MHz. Anak usaha Telkom dan SingTel ini juga masih mengincar tambahan frekuensi di 2,1 GHz dan 2,3 GHz saat lelang dibuka nanti.
Sedangkan Indosat saat ini punya 10 MHz di 900 MHz -- jadi 15 MHz dengan bekas spektrum StarOne di 800 MHz, kemudian 20 MHz di 1.800 MHz, lalu 10 MHz di 2,1 GHz. Total, spektrum yang dikuasai oleh operator di bawah induk Ooredoo Group ini punya 45 MHz.
Di luar seluler, Indosat dan Telkomsel (melalui bendera Telkom Group), juga masih punya spektrum broadband wireless access (BWA) yang cukup lebar. Namun cakupannya hanya sebatas area tertentu.
Kemudian, XL Axiata punya 10 MHz di 900 MHz, 22,5 MHz di 1.800 MHz -- setelah mencaplok Axis Telekomunikasi Indonesia pada 2014 lalu, dan 15 MHz di spektrum frekuensi 2,1 GHz. Total keseluruhan, XL punya lebar spektrum 47,5 MHz.
(asj/ash)