Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
<i>Refarming</i> 4G 1.800 MHz Hampir Final
Telepon & Internetan bakal Macet?
<i>Refarming</i> 4G 1.800 MHz Hampir Final

Telepon & Internetan bakal Macet?


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Ilustrasi (Ist.)
Jakarta - Penataan frekuensi demi membuka akses 4G LTE di spektrum 1.800 MHz telah memasuki area Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Setelah dua hari bongkar pasang kanal di Bodetabek, refarming akan lanjut selama dua minggu di Jakarta.

Apakah ini pertanda telepon, SMS, dan internetan via ponsel bakal lelet dalam dua minggu ke depan? Pasalnya, Jakarta sengaja dipilih sebagai destinasi terakhir -- setelah Bodetabek -- karena dianggap sebagai area paling padat trafik dan pengguna.

Hal itu tak dipungkiri Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Alexander Rusli. Menurutnya, potensi gangguan layanan seluler seperti telepon, SMS, dan data, pasti ada selama proses refarming berlangsung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, ada. Tapi harusnya nggak berarti. Karena (proses refarming ini) kerja tengah malam," kata Alex yang juga menjabat President Director & CEO Indosat saat dikonfirmasi detikINET, Selasa (10/11/2015).

Penataan frekuensi dan refarming untuk 4G LTE ini telah dilakukan oleh empat operator seluler Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia, sejak April 2015 lalu mulai dari kawasan timur Indonesia.

Sejauh ini, menurut Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, penataan telah sukses dilakukan di 40 klaster dari total 42 klaster yang ada. Penataan frekuensi sudah selesai dilaksanakan di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Purwakarta, dan memasuki Bodetabek.

Sementara implementasi di outer dan inner Jakarta, menurutnya, akan mulai dilaksanakan minggu depan pada 9 November 2015. "Sejauh ini semua proses berjalan lancar tanpa kendala yang berarti sehingga pelanggan tetap dapat menikmati layanan kami dengan nyaman," kata Ririek.

Telkomsel sendiri telah ancang-ancang untuk 4G LTE pasca penataan ulang frekuensi 1.800 MHz rampung. Menurut Ririek, sejak 2010 Telkomsel sudah melaksanakan kegiatan modernisasi perangkat DCS (2G 1.800 MHz) dengan menggunakan perangkat SDR (software defined radio).

Selain itu di tahun yang sama, Telkomsel juga telah melaksanakan uji coba (trial) LTE pada pita 1.800 MHz. Sehingga kesiapan jaringan untuk implementasi LTE pada frekuensi itu dinilai sudah cukup memadai.

"Namun yang perlu diperhatikan dalam penggelaran jaringan di 1.800 MHz adalah masih tingginya trafik 2G dan kesiapan ekosistem 4G LTE 1.800 MHz pada suatu wilayah, dimana hal tersebut akan menjadi salah satu penentu kecepatan penyelenggaraan jaringan 4G LTE," ujarnya.

Dengan hampir rampungnya proses refarming ini dengan pencapaian 95% dari total area yang ditata ulang, Menkominfo Rudiantara berharap, peluncuran 4G tahap kedua di 1.800 MHz bisa sesuai jadwal pada minggu ketiga November 2015 ini.

Rencananya pada minggu-minggu awal Desember nanti, 4G di 1.800 MHz juga akan ikut diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok).

(rou/ash)







Hide Ads