Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah, di sela-sela peluncuran layanan 4G LTE komersil di Kota Manado, Sulawesi Utara. "Ketika pembangunan kabel serat optik bawah laut rampung, Manado akan menjadi gateway Indonesia dengan AS," ujarnya di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (10/10/2015).
Pembangunan yang dimaksud merupakan konsorsium pembangunan jaringan serat optik kabel laut South East Asia - United States (SEA-US) yang melibatkan anak usaha Telkom, yakni Telkom Internasional (Telin) dengan sejumlah perusahaan telekomunikasi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ririek mengatakan bahwa proyek pembangunan kabel laut sepanjang 15.000 km dengan menghabiskan total investasi USD 250 juta itu rencananya akan rampung di tahun 2017. "Jika sudah selesai, maka kecepatan internet terutama untuk kawasan Indonesia Timur akan semakin cepat. Sebab, latensinya akan semakin berkurang, karena trafiknya tidak akan melalui Batam, tetapi bisa langsung lewat Manado.)," papar Ririek.
Kabel laut SEA-US ini nantinya akan membentang dari Indonesia ke Amerika Serikat dan menghubungkan lima area dan teritori yaitu Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, AS), dan Los Angeles (California, AS).
(yud/yud)