Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Lintasarta Sokong Indonesia Sehat Lewat Owlexa

Lintasarta Sokong Indonesia Sehat Lewat Owlexa


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Jakarta - Rencana pemerintah untuk menyukseskan program Indonesia Sehat bisa saja terwujud dengan cepat seiring makin banyaknya perusahaan teknologi berbasis ICT yang ikut terjun melalui bisnis e-Health.

Salah satunya Aplikanusa Lintasarta yang baru saja menghadirkan Owlexa Healthcare. Kehadiran unit bisnis baru dari anak usaha Indosat ini semakin menyemarakkan industri e-Health yang terlebih dulu digarap oleh Telkom Group.

President Director Lintasarta Arya Damar menjelaskan, untuk tahap awal unit bisnis ini akan menyediakan layanan third party administrator (TPA) yaitu layanan administrasi kesehatan bagi peserta asuransi/kelompok perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulai dari mengelola data kepesertaan, melakukan kerjasama ke penyedia pelayanan kesehatan (PPK), verifikasi keabsahan peserta saat pendaftaran pasien, melakukan monitoring pelayanan kesehatan yang diterima oleh pasien, verifikasi klaim sampai dengan pembayaran serta pelaporan.

β€œKekuatan kami adalah solusi yang diberikan menutupi semua kekurangan yang ada selama ini ditawarkan pesaing. Dilihat untuk tahap awal ini kan dengan lembaga keuangan, Lintasarta itu punya reputasi di sektor ini, jadi lebih mudah masuk ke pasar,” papar Arya di Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Telkom sendiri telah melaju di bisnis e-Health mengandalkan anak usaha AdMedika. Saat ini AdMedika telah melayani lebih dari 3,2 juta pelanggan dari 67 kliennya. Tahun ini kabarnya membidik bisa melayani sekitar empat juta pelanggan.

β€œKita akui mereka (AdMedika) adalah pemain utama di pasar e-Health. Tetapi pelanggan mereka baru jutaan. Sementara potensi pasarnya puluhan bahkan ratusan juta pelanggan. Jadi, kita optimistis bisa berkompetisi di segmen ini,” tegas Arya penuh semangat.

Industri kesehatan tak bisa dipungkiri merupakan pasar yang besar dan potensial dengan market size pada tahun 2014 mencapai sekitar Rp 340 triliun, yang melibatkan pelaku bisnis seperti rumah sakit, apotek, klinik, laboratorium, optik, pabrik dan distributor obat, serta asuransi kesehatan.

Dengan pasar yang besar dan banyaknya instansi yang terlibat, menurut Arya, membutuhkan solusi teknologi informasi untuk memberikan kemudahan, kecepatan, ketepatan dan kenyamanan terhadap layanan kesehatan. Potensi ini yang akan digarap Lintasarta.




e-Health Strategic Business Unit General Manager Owlexa Yosi Widhayanti mengungkapkan kehadiran Owlexa sudah ada di 1.100 lokasi di seluruh Indonesia. β€œKami targetkan bisa naik menjadi 1.300 lokasi dengan jumlah 100 ribu anggota akhir tahun ini. Kita sedang bicara dengan dua perusahaan asuransi besar untuk layanan TPA,” ungkapnya.

Yosi menjelaskan bahwa Owlexa menggunakan teknologi web-based yang memudahkan pihak asuransi, korporat maupun penyedia layanan kesehatan untuk mengakses informasi.

Dengan teknologi web-base, lanjut dia, Owlexa siap melakukan bridging data secara online antara data transaksi di Penyedia Pelayanan Kesehatan dengan data manfaat kesehatan peserta asuransi maupun korporat.

Sementara General Manager Strategy & Business Development Lintasarta Teddy Sis Herdianto mengungkapkan, pembentukan unit bisnis ini baru langkah awal dari Lintasarta untuk menjadi pemain besar di segmen e-Health nasional.




"Kita belajar dulu di masa inkubasi. Ini modal kerja tak besar sehingga tidak akan menganggu keuangan Lintasarta. Harapannya, pada tahun depan Owlexa menjadi entitas sendiri layaknya kompetitor agar lebih agresif merespons kebutuhan pasar,” ungkapnya.

Lintasarta sendiri sebelumnya fokus jadi penyedia layanan komunikasi data, internet dan value added services. Namun seiring berjalannya waktu, mereka pun memutuskan untuk mentransformasikan bisnisnya menjadi entitas baru sebagai ICT services company.



(rou/ash)





Hide Ads