Smartfren Telecom mengalami kerugian sebesar Rp 1,379 triliun sepanjang 2014 atau menurun 45,5% dibanding periode 2013 sebesar Rp Rp 2,534 triliun.
Seperti detikINET kutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/4/2015), emiten dengan kode saham FREN ini berhasil menurunkan kerugian berkat tumbuhnya pendapatan usaha sepanjang 2014.
Sepanjang 2014 omzet Smartfren sebesar Rp 2,954 triliun atau naik 21,6% dibandingkan 2013 sebesar Rp 2,428 triliun. Pasokan pendapatan sepanjang 2014 berasal dari layanan data sebesar Rp 2,368 triliun, percakapan (Rp 291,025 miliar), SMS (Rp 158,975 miliar), dan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lama ini Smartfren mendapat suntikan pinjaman dari China Development Bank untuk pembangunan konstruksi, instalasi dan jaringan industri telekomunikasi LTE.
Bantuan pinjaman yang ditandatangan di Bejing itu mencapai USD300 juta Sebelumnya, Smartfren sudah menandatangani pinjaman USD700 juta.
(rou/rou)