Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Janji Manis Internet Anti Lelet 4G

Janji Manis Internet Anti Lelet 4G


- detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta - Dengan lebar pita hanya 5 MHz, euforia mobile 4G LTE mungkin tak bisa dinikmati banyak orang. Apalagi begitu penggunanya meledak, rasanya sulit untuk bisa menghapus stigma internet lelet yang sudah kadung lama melekat.

Menkominfo Rudiantara sadar betul dengan kondisi ini. Lebar pita yang terlalu minim di 900 MHz tak bisa benar-benar diandalkan untuk menggeber akses internet cepat lewat seluler yang butuh spektrum ideal setidaknya 15 MHz.

β€œSaya ingin menghilangkan stigma akses internet di Indonesia itu lelet. Jangka pendek, kita harus geber 4G berbasis FDD-LTE agar stigma ini hilang. Salah satu caranya kita akan menetralkan seluruh frekuensi seluler agar 4G bisa dijalankan,” kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari ketiga spektrum seluler saat ini, baru 900 MHz saja yang merdeka dengan teknologi netral. Sementara di 1.800 MHz dan 2,1 GHz belum. Hal itu yang bikin 4G masih mandek dan belum bisa carrier aggration untuk akses LTE yang lebih cepat.

β€œPada kuartal pertama tahun ini kita akan keluarkan kebijakan tentang teknologi netral di 1.800 MHz. Implementasinya adalah bersama-sama dengan operator melakukan realokasi frekuensi. Selanjutnya di 2,1 GHz pada pertengahan tahun ini kita buka untuk teknologi netral,” paparnya.

Di Indonesia saat ini ada empat operator seluler dengan teknologi GSM, yakni Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia (Tri). Namun cuma Tri yang belum bisa 4G LTE karena tak punya spektrum di 900 MHz.

Meski demikian, keempatnya memiliki spektrum frekuensi di 1.800 MHz -- yang selama ini digunakan untuk 2G -- dan di 2,1 GHz untuk akses 3G.

Di 1.800 MHz, lebar pita yang tersedia mencapai 75 MHz, dimana Telkomsel menguasai 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL 22,5 MHz, dan sisanya Tri dengan 10 MHz. Namun sayangnya, blok frekuensi itu terpisah-pisah alias tidak contiguous.

Berbeda dengan 3G di 2,1 GHz yang sudah berurutan. Tri di blok 1-2 (10 MHz), Telkomsel di blok 3-4-5 (15 MHz), Indosat di blok 6-7 (10 MHz), dan XL di blok 8-9-10 (15 MHz). Masih ada dua blok 11-12 peninggalan Axis yang rencananya akan segera dilelang.

Sementara dalam rencana penataan frekuensi di 1.800 MHz ini, setidaknya ada tiga alternatif yang diajukan. Opsi pertama untuk urutan kanalnya adalah XL, Indosat, Telkomsel, Tri. Opsi keduanya, XL, Telkomsel, Indosat, Tri. Dan opsi ketiganya adalah XL, Tri, Indosat, Telkomsel.

Jika benar 1.800 MHz bisa dinetralkan terlebih dulu teknologinya, maka penggunaan untuk 4G LTE di spektrum itu rasanya tak perlu menunggu sampai penataan ulang rampung dilakukan akhir 2015 nanti. Setidaknya operator bisa memanfaatkan frekuensi ini untuk agregasi kanal.

Menurut Deputy CEO XL Axiata Dian Siswarini, para pelanggan baru benar-benar bisa merasakan kecepatan 4G yang ideal begitu teknologi netral dapat dibuka untuk 1.800 MHz dan 2,1GHz.

β€œKita menunggu sekali di 1.800 MHz dinetralkan karena ekosistem 4G memang sudah matang di frekuensi itu. Sekarang kami dalam mengembangkan 4G harus melihat dulu kondisi pasar, karena sekarang dinamika sudah berubah. Kita harus melihat semuanya secara holistik,” tegasnya.

(rou/ash)





Hide Ads