Saat hal ini ditanyakan kepada Ongki Kurniawan, Direktur Management Services XL Axiata, operator yang punya 60 juta pelanggan itu menjawab seakan butuh tak butuh tambahan frekuensi dalam waktu dekat.
"Dari sisi kebutuhan 3G sekarang, tiga carrier masih cukup. Untuk di sebagian area malah masih pakai dua carrier, tapi carrier ketiganya juga sudah kami hidupkan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, XL harus mengembalikan 40% spektrum frekuensi yang ditempati Axis sebagai bagian dari kesepakatan dengan Kementerian Kominfo. Dri merger akuisisi itu, XL hanya mendapatkan tambahan 15 MHz di frekuensi 1.800 MHz, sementara 10 MHz yang di 2,1 GHz dikembalikan.
Praktis, jika perkawinan XL-Axis ini rampung nanti, XL total akan memiliki 22,5 MHz di 1.800 MHz (2G) dan 15 MHz di 2,1 GHZ (3G). Rencananya, XL nantinya akan memanfaatkan spektrum di 1.800 MHz itu untuk refarming ke 4G LTE.
"Kami untuk LTE sudah siap gelar sebenarnya. Tapi kami juga ingin pastikan service LTE itu benar-benar layak pakai buat pelanggan, bukan cuma embel-embel 4G saja," pungkas Ongki.
(rou/ash)