Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Operator Siap Hadapi Lonjakan Trafik Tahun Baru

Operator Siap Hadapi Lonjakan Trafik Tahun Baru


Ardhi Suryadhi - detikInet

Ilustrasi (sha/detikINET)
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjamin layanan telekomunikasi dapat meredam lonjakan trafik pada pergantian tahun malam nanti.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto menjelaskan, Kominfo dan BRTI sejatinya telah mengeluarkan imbauan kepada operator terkait persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru 2014. Operator diminta untuk benar-benar menjaga kualitas layanan mengingat diperkirakan terjadi lonjakan trafik.

"Berdasarkan monitoring dan evaluasi layanan telekomunikasi saat menjelang Perayaan Natal 2013 pada minggu yang lalu, maka dapat disimpulkan, bahwa kualitas layanan telekomunikasi cukup baik," kata Gatot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahwasanya masih ada keluhan dari sejumlah pihak dan berasal dari berbagai daerah, maka hal tersebut dapat dipahami. Meskipun demikian secara umum tidak terjadi gangguan layanan telekomunikasi yang berarti," lanjutnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2013).

Persoalan yang ada memang bisa berasal dari sisi operator, tetapi tidak seluruhnya. Sebab bisa saja pengguna yang berkomunikasi berada jauh dari area yang ter-cover BTS. Atau tak menutup kemungkinan ada yang layanan internetnya terganggu karena diganggu repeater ilegal yang terlalu powerful.

Khusus untuk pergantian tahun baru yang hanya tinggal beberapa jam lagi, Kominfo telah melakukan pengecekan kesiapan ke sejumlah operator terkait dengan daya dukung para penyelenggara telekomunikasi di sejumlah sentra keramaian pesta tahun baru, seperti misalnya sekitar Thamrin dan Bunderan HI, Ancol dan TMII Jakarta.

Secara umum mereka menyampaikan informasi kesiapannya, baik dengan ada yang menempatkan Mobile BTS, penambahan kapasitas jaringan maupun berkoordinasi langsung dengan Pemda DKI.

Pengecekan ini penting karena diperkirakan akan banyak ribuan warga masyarakat yang saling berkomunikasi dan mengabadikan moment-moment penting dengan perangkat telekomunikasi yang terakses internet, sehingga dapat mengupload informasi, foto dan videonya secara langsung di media sosialnya.

"Imbauan ini tidak hanya ditujukan untuk mem-backup kesiapan pesta tahun baru di Jakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia, khususnya di lokasi-lokasi dimana berlangsung pesta keramaian berlangsung," lanjut Gatot.

"Dan bahkan mengingat aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara masih cukup mengkhawatirkan, maka seluruh komunitas mitra Kementerian Kominfo (baik para penyelenggara telekomunikasi maupun RAPI dan ORARI) tetap menunjukkan kesiagaannya agar komunikasi di daerah bencana sekitar Gunung Sinabung masih aman dan terkendali," imbuhnya.

Kepada masyarakat juga disediaakan informasi call center yang sewaktu-waktu bisa dihubungi, yaitu: Telkomsel dengan 133 (Kartu Halo) dan 155 serta 188 (Simpati dan Kartu AS), Indosat dengan 111 dari GSM (Post Paid), 100 dari GSM berbayar Rp 400 pe call (Pre Paid), 111 (Pre Paid), 111 (Star One), 101 dan 104 (layanan internasional), 102 (Indosat Corporate Solution) dan 999 (Indosat Info Center), Axis Telekom dengan 838 (panggilan dari nomer Axis) dan 08388000838 (panggilan dari nomer selain Axis).

XL Axiata dengan 817 (dari nomer XL), Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dengan 888 dan 878, Hutchison 3 Indonesia dengan 123 (dari nomor Tri) dan 089644000123 (dari selain nomor Tri) dan Bakrie Telecom dengan 999 atau 021.9100999 serta Smart Telekom dan Smart Fren dengan 881.

"Call center atau contact center harus bersifat aktif (bukan answering machine yang pasif), persuasif, komunikatif dan informatif dalam memberikan informasi sebaik mungkin seandainya menerima keluhan, pengaduan dan pertanyaan dari masyarakat. Hal ini selain untuk mengantisipasi kemungkinan fluktuatifnya kualitas layanan telekomunikasi, juga terhadap kemungkinan maraknya penipuan menggunakan layanan SMS," pungkas Gatot.

(ash/fyk)




Hide Ads