Karena sektor telekomunikasi yang dibuka untuk investor asing.Investasi asing secara langsung, bukan melalui pasar modal, di sektor telekomunikasi yang sebelumnya ada yang maksimal 49%, seperti di sektor telepon tetap (fixed line), nanti akan menjadi 65%.
Menurut Rudi Rusdiah, Board of Director dan Ketua Bidang Industri Manufaktur Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), pelonggaran DNI bisa turut mendorong tumbuhnya investasi di sektor telekomunikasi. Selama ini, pemerintah memiliki dana terbatas untuk pengembangan sektor telekomunikasi, dan diserahkan sepenuhnya kepada swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Telkomsel, misalnya, saat ini Telkom memegang sekitar 65% saham Telkomsel. Sisanya dimiliki Singapore Telecom (SingTel Singapura) sebesar 35%. PT Indosat Tbk, kepemilikan sahamnya dimiliki Qatar Telecom (Ooredoo) sebesar 65%. PT XL Axiata Tbk, sebanyak 66,48% dimiliki Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd.
Kehadiran SingTel bisa mendorong pertumbuhan Telkomsel. Ketika SingTel baru masuk ke Telkomsel tahun 2002, nilai kapitalisasi pasar Telkomsel hanya USD 1 milliar atau sekitar Rp 10 triliun. Saat ini kapitalisasinya sudah USD 24 miliar.
Dengan pengalaman global, SingTel juga turut membawa Telkomsel kini menjadi operator terbesar ke-6 di dunia dengan 125 juta pelanggan. Kinerja Telkomsel sepanjang 2012 mencatatkan pertumbuhan 'double digit' di semua aspek dan melebihi rata-rata industri telekomunikasi Indonesia. Anak perusahaan PT Telkom ini mencatat laba bersih sangat mengesankan sebesar Rp 15,7 triliun tumbuh 22% dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Rudi, pelonggaran investor asing di sektor telekomunikasi akan bisa mendorong beberapa hal. Pertama, alih teknologi sektor telekomunikasi ke dalam negeri akan bisa semakin berkembang. Kedua, akan membantu pengembangan infrastruktur telekomunikasi di dalam negeri. Dengan demikian, tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor telekomunikasi akan semakin besar.
"Walhasil bisa turut mendorong pertumbuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi," tandas Rudi.
(tyo/ash)