Untuk mengawal KTT APEC, Telkom membangun tiga jaringan broadband dengan tiga jalur yang berbeda, antara lain jaringan WiFi, LTE Telkomsel dan layanan voice.
Semua jaringan tersebut telah mencakup berbagai kebutuhan seperti penguatan sinyal Telkomsel, fixed wireline, bandwidth internet, Metro Ethernet/VPN IP, Local Area Network (LAN) hingga mobile SNG. Telkom juga mengandalkan Indonesia Digital Network (IDN) Bali, Ngurah Rai yang bakal selalu terhubung (always connected).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun bandwith internet yang akan disalurkan ke area APEC tersebut mencapai 2x10 Gbps. Bandwidth ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penyelenggaran APEC 2012 yang berlangsung di Vladivostok Russia. Di Rusia bandwith yang disediakan baru sebesar 6 Gbps. Sementara itu, Telkom juga telah menyediakan 270 titik jairngan LAN dan 500 SST sambungan telepon free international call (VoIP).
Infrastruktur dan layanan ICT di media center APEC 2013 yang berlokasi di Bali Nusa Dua Convention Center ini dapat dikatakan setara dengan event perhelatan Olimpiade 2012 di London, Mobile World Congress 2013 di Barcelona dan Seibu Dome Tokyo, Jepang.
Wakil Ketua Panitia APEC 2013 Chairul Tanjung (CT) mengatakan saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di KTT APEC tahun lalu di Rusia, SBY berpesan agar KTT APEC di Indonesia bisa lebih baik dari Rusia.
"Waktu itu Pak Presiden bilang, bisakah kita membuat KTT APEC lebih baik dari ini, jawabannya harus!" Kata Chairul dalam acara konferensi pers APEC di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis (3/10/2013).
Ia mencoba mencari tahu berapa anggaran biaya yang dikeluarkan pemerintah Rusia untuk menggelar APEC tahun lalu. CT menyebut Rusia menghabiskan puluhan miliar dolar AS untuk menyelenggarakan KTT APEC 2012.
"Dari APBN pemerintah Rusia karena dia bangun bandara baru, jalan tol baru," kata CT.
Sedangkan Indonesia, mulai dari bulan Januari 2013 hingga saat ini baru menghabiskan Rp 364,7 miliar. Dana tersebut berasal dari patungan 4 kementerian dan lembaga terkait, yaitu Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Parekraf, dan Kementerian Kominfo.
"Totalnya Rp 364,765 miliar saja," pungkas CT.
(ash/fyk)