Simpang-siur kabar menyebutkan bahwa Huawei punya keterkaitan dengan militer China. Walau tidak bisa dibuktikan dalam laporan yang dikeluarkan bahwa Huawei memiliki βagenda tersembunyiβ dalam mematai-matai Negara yang menggunakan teknologi telekomunikasinya.
βMasalah cybersecurity sedang hangat akhir-akhir ini. Dituding di balik serangan itu adalah China. Tapi bisa saya tegaskan, kendati Huawei berasal dari China. Kami menjamin tidak terlibat dan tidak mendukung serangan cyber seperti itu,β tampik Vice President Internasional Media Relation Huawei Technologies Scott Sykes, saat menjawab pertanyaan detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βTapi tidak ada satupun dari klien kami yang komplain mengenai masalah ini. Jadi Huawei menjamin keamanan tiap Negara,β tukasnya.
Bila dirunut, kontribusi pemasukan Huawei justru 70% berasal dari luar China. Di mana mereka kuat di Eropa dan Asia Pasifik. Kawasan Amerika menyumbang 15%, dan dari total itu tak lebih dari 1% kontribusi dari Amerika Serikat.
βHuawei melihat ini adalah masalah kompetisi. Kita bisa pahami AS adalah negara besar, banyak uang dikeluarkan untuk membangun telekomunikasi. Mungkin mereka ingin melindungi perusahaan dalam negerinya,β sebut Scott.
Kendati saat ini Huawei terbentur masalah dan pemasukan di negeri Paman Sam belum terlalu tinggi, bukan berarti produsen ini menyerah dan meninggalkan AS begitu saja.
Mereka tentu saja berusaha untuk mengambil pangsa pasar AS. Karena bagaimanapun, AS adalah Negara besar dengan market yang prestis.
Di AS pun, Huawei sampai saat ini belum menutup pusat Research and Development yang ada di Santa Clara. Artinya, masih ada kemungkinan bagi Huawei untuk mengambil hati pasar AS.
(tyo/fyk)