Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BTS Telkomsel di Perbatasan Filipina Habiskan Rp 3 M Lebih

BTS Telkomsel di Perbatasan Filipina Habiskan Rp 3 M Lebih


- detikInet

BTS (Ist.)
Bali - Sulitnya infrastruktur jalan dan pasokan listrik di kawasan Indonesia Timur, membuat operator harus mengeluarkan kocek ekstra untuk berinvestasi. Terlebih di perbatasan antar negara di pulau terluar.

Seperti di Miangas, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara yang memiliki perairan laut berbatasan dengan Filipina. Di wilayah itu, Telkomsel menghabiskan dana lebih dari Rp 3 miliar untuk menancapkan BTS.

"Itu BTS dengan investasi paling besar. Biasanya setiap BTS rata-rata Rp 3 miliar, tapi kalau di Miangas lebih dari itu," kata Head Of Corporate Communication Pamasuka Department Jouvi Kumala di Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, keterbatasan sarana dan infrastruktur menjadi penyebab mahalnya berinvestasi di Papua, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (Pamasuka). Meski begitu, bukan menjadi alasan bagi Telkomsel untuk tidak terus berekspansi di wilayah ini.

"Seperti kita tahu di Pamasuka itu masih keterbatasan soal infrastruktur dan pasokan power dari PLN. Tapi Telkomsel terus berupaya mencarikan jalan keluarnya untuk menembus itu semua," ujar Jouvi.

"Di antaranya, harga solar Rp 20 ribu per liter di Asmat. Tapi dengan Green BTS yang kita programkan, kita hadir di sana (Asmat-red.), bahkan BTS di sana menjadikan sumber listrik bagi anak-anak untuk berinternet. Kami buka jaringan tidak hanya bisnis, tapi juga menumbuhkan ekonomi masyarakat dan sektor pendidikan," jelasnya.

Pembangunan dan pengoperasian Green BTS yang dilakukan Telkomsel, disesuaikan dengan kondisi wilayah dan geografis di Indonesia. Adapun teknologi yang digunakan mulai dari penerapan teknologi solar cell, microhydro hingga fuel cell.

Pada kesempatan yang sama, Head Of ICT Network Management Pamasuka Group Andrias Indra menambahkan, untuk di Kecamatan Krayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Telkomsel masih terus berupaya merampungkan dengan segera pengoperasian green BTS di wilayah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia itu.

"Melalui kerjasama tower yang dibangun pemda setempat beberapa bulan lalu, kita segera merampungkan BTS kita di sana (Krayan)," sebut Andrias.

"Tentu kita harus mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah kita dengan Malaysia. Semisal pengaturan kekuatan sinyal dan frekuensi," terangnya.

Perluasan jaringan termasuk dilakukan di desa Miangas, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Desa itu berada dalam Pulau Miangas sekaligus pulau yang terletak di ujung utara Indonesia dengan batas laut Filipina, memiliki luas 3 kilometer persegi.

Total sejak beroperasi 1995 lalu, Telkomsel telah membangun 54.000 BTS di seluruh Indonesia dengan 15.000 di antaranya adalah BTS 3G yang melayani 54 juta pengguna data broadband dari total 122 juta pelanggan.

Di area Pamasuka regional Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya (Sumalirja), Telkomsel menargetkan pembangunan BTS hingga akhir 2012 sebanyak 1.100 BTS 2G dan 700 BTS 3G. Sedangkan di regional Kalimantan target serupa sebanyak 700 BTS 3G dan 400 BTS 2G.

(ash/ash)







Hide Ads
LIVE