Rabu, 05 Des 2012 18:34 WIB

XL, Indosat, dan 12 Label Kompak Bangkitkan Industri RBT

- detikInet
Suasana Acara (dok. xl)
Jakarta - XL Axiata dan Indosat kompak berkolaborasi bersama 12 label musik besar untuk membangkitkan kembali industri ring back tone (RBT) yang sempat anjlok 90% pendapatannya sejak terkena imbas kejadian "Black October" 2011 lalu.

Melalui kerja sama yang dikukuhkan di Hard Rock Cafe, Jakarta, Rabu (5/12/2012), mereka berharap industri konten digital termasuk musik dan RBT bisa kembali pulih ke kondisi sebelum diterbitkannya Surat Edaran BRTI No. 114/2011 yang memerintahkan unreg massal dan deaktivasi konten premium.

"Kami akui revenue kami drop sejak Black October. Total omzet RBT bersama record label turun sekitar 90% meski sebenarnya RBT tidak terkait langsung dengan SMS premium," kata GM Content & Application XL Axiata Revie Sylviana Andriani Dewi di sela acara.

Dipaparkan Revie, sebelum keluarnya SE BRTI, pelanggan RBT XL mencapai 9 juta. Namun setelah unreg massal Oktober 2011, pelanggan RBT XL menyusut 90% jadi 900 ribu, namun perlahan mulai bangkit lagi menjadi 3 juta.

"Dengan program kerja sama ini kami menargetkan bisa naik 20% dari 3 juta," katanya.

RBT sendiri memberikan kontribusi 70% untuk total pendapatan value added services (VAS) XL yang sebelum Black October berkisar 7% dari total revenue perusahaan. Namun gara-gara RBT anjlok, revenue VAS XL juga ikut menyusut jadi 3% dengan kontribusi RBT tersisa 30%.

Sementara Direktur Marketing Indosat Erik Meijer mengungkapkan, sebelum Black October pelanggan RBT Indosat atau I-Ring mencapai 4 juta. Namun sejak drop 90% kini tinggal tersisa 400 ribu.

"Dengan program ini kami harap bisa naik dua kali lipat jadi 800 ribu," ujarnya.

Dalam kerja sama ini, Indosat dan XL menggandeng 12 label musik seperti Universal Music Indonesia, Aquarius, Emotion, Warner Music Indonesia, Sony Music, Pelangi Music, Musica, Alfa Records, Virgo, Nagaswara, Trinity, dan Sani Music.

Mereka coba menawarkan kemudahan dalam berlangganan RBT sekaligus berusaha mengeliminir persepsi negatif yang kadung melekat pada layanan konten premium.

Jika biasanya kode untuk RBT setiap operator berbeda-beda, kini Indosat dan XL menggunakan satu kode akses (single code) untuk RBT guna mengefisienkan biaya operasional dan meningkatkan kenyamanan bagi pelanggannya.

"Dulu waktu multi short code pelanggan susah mengingat short code. Jangankan pelanggan, bahkan label juga suka kebingungan. Nah, sekarang kami menggunakan single code *919# khusus RBT lewat UMB masing-masing," kata Revie.

Dengan single code ini operator akan berurusan langsung dengan label musik yang dianggap sebagai content lisence untuk penagihan dengan menggunakan skema revenue sharing.

(rou/ash)