PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bisnis penyediaan infrastruktur telekomunikasi, mematok target pendapatan di atas Rp 1 triliun pada tahun 2012.
Raihan itu sama saja pertumbuhan pendapatan hingga lebih dari 35% jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai angka Rp 746,6 miliar.
Menurut Direktur Operasi dan Pemasaran Mitratel Jagus Widodo, perusahaan mengalami peningkatan aset maupun omset secara signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan melalui pengembangan perusahaan secara organik maupun anorganik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, hampir seluruh komponen utama tentang kinerja perseroan mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini berkaca pada peningkatan pemasaran sebesar 420% dibanding tahun sebelumnya.
Pencapaian itu tidak lepas dari penambahan jumlah alat produksi yang sampai dengan akhir tahun 2011 memiliki 8.548 tenant, sehingga pendapatan perseroan di akhir tahun 2011 naik sebesar 473% menjadi Rp 746,66 miliar.
Untuk mengantisipasi pengembangan bisnis ke depan yang lebih banyak bertumpu kepada pengembangan layanan yang bersifat managed services, Telkom selaku induk perusahaan yang menguasai 100% saham kepemilikan Mitratel, mengintegrasikan divisi MSC ke dalam struktur organisasi Mitratel.
MSC adalah salah satu divisi di Telkom yang bergerak di bidang manage service untuk pengelolaan infrastruktur telekomunikasi mikro dan makro.
"Dengan integrasi tersebut, maka kami (Mitratel-red.) dapat memberikan layanan Full Managed Services di mana pemain di sektor ini masih sedikit di Indonesia," lanjut Jagus, yang juga menjadi menjadi kandidat Ketua IKA Elektro Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) tahun ini.
Lebih lanjut, pria kelahiran Jombang dan lulusan Elektro ITS Angkatan E-24 ini menuturkan, langkah-langkah persiapan untuk pelaksanaan integrasi ini telah dilakukan secara bertahap, yang dimulai sejak bulan Juli 2012 lalu.
Di tahap awal, pada 1 Oktober 2012, proses integrasi ini secara resmi live run. Dengan masa transisi sampai dengan Juni 2013, dan selanjutnya terhitung sejak tanggal 1 Juli 2013, organisasi yang semula berupa projek akan didefinitifkan menjadi direktorat baru.
Selain itu, selaku pemain di bisnis penyediaan menara telekomunikasi dan infrastruktur di kawasan Asia Tenggara, Mitratel pun mulai mempersiapkan diri untuk melangkah masuk ke dalam bursa saham dengan melakukan Initial Public Offering (IPO).
(ash/fyk)