Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Program Bonus Malah Genjot Isi Ulang Pulsa Indosat

Program Bonus Malah Genjot Isi Ulang Pulsa Indosat


- detikInet

Suasana acara (rou/Inet)
Jakarta - Pertumbuhan akses data memang melampaui penggunaan telepon dan SMS. Namun itu bukan berarti penawaran bonus dan SMS gratis jadi tidak menarik lagi. Program ini masih dinilai efektif untuk menggenjot trafik penggunaan.

Menurut Director & Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer, bonus telepon dan SMS gratis masih sangat diminati pelanggan karena masih tingginya pengguna feature phone di Indonesia.

"Di Indosat, pengguna smartphone cuma 20%. Sisanya 80% masih pengguna feature phone. Itu sebabnya, bonus telepon dan SMS di program 3 hari 3 malam masih menarik," kata Erik di FX Lifesyle, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program bonus ini dinilai efektif untuk meningkatkan trafik penggunaan di Indosat. Menurut Erik, Indosat mengalami kenaikan isi ulang sebesar 10% dibandingkan hari biasa selama Ramadan lalu.

"Terjadi kenaikan reload isi ulang untuk produk prabayar Indosat selama Ramadan lalu. Ini karena banyak pelanggan yang ingin berkomunikasi dan menikmati program 3 hari 3 malam ++ yang ditawarkan," paparnya.

Diungkapkannya, sekitar 25% dari 50,9 juta pelanggan yang dimiliki perseroan mengaktifkan program tersebut sehingga secara signifikan mendongkrak trafik komunikasi selama Ramadan.

"Sejak program 3 hari 3 malam ditawarkan beberapa waktu lalu, kami sudah memberikan bonus ke pelanggan sekitar 2 miliar menit menelpon, satu miliar SMS, dan sekitar 33 juta Mbps jasa data," ucap Erik.

Karena banyak peminatnya, program 3 hari 3 malam ini dilanjutkan hingga 24 Oktober dengan memberikan gratis internet sampai 35 Mb, gratis menelpon dan SMS setelah melakukan registrasi dan isi ulang mulai dari 10 ribu untuk pelanggan prabayar Indosat.

"Kami menambah bonus dari jasa datanya karena kebutuhan dari layanan itu meningkat terus. Pada Lebaran tahun ini, kenaikan layanan data mencapai 59,97%. Angka ini tertinggi dibanding layanan pesan singkat dan suara. Kenaikan SMS maupun telepon hanya naik 25% dibandingkan tahun lalu," katanya.

Lebih lanjut Erik menjelaskan, jika melihat dari tren yang terjadi beberapa tahun lalu, di industri jika terjadi kenaikan dari isi ulang sekitar 10% dibandingkan hari biasa, maka bulan Ramadan akan berkontribusi sekitar 10% bagi total omzet.

(rou/tyo)





Hide Ads