"Saya tidak mengerti mengapa satelit tersebut hilang, masalah anomali kah, mesin atau lainnya? Jelas itu adalah masalah tradisional yang sering terjadi. Tetapi itu tidak bisa ditolerir sama sekali," ketusnya saat memimpin rapat, seperti detikINET kutip dari Global Times, Jumat (10/8/2012).
Dia mengatakan, kegagalan roket Proton-MΒ milik Rusia ini membawa dampak besar. Sebab ini bisa berimbas pada kepercayaan terhadap ekonomi Rusia dan berpotensi kehilangan miliaran Rubel -- mata uang Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, Proton-M hilang karena roket pengorbitnya (upper stage) Breeze-M tidak berfungsi sempurna kendati roket pendorongnya berfungsi dengan baik. Roket tersebut membawa dua satelit, Telkom-3 yang bernilai Rp 1,8 triliun dan Ekspress-MD2.
Satelit yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, itu sendiri dikabarkan telah ditemukan keberadaannya.
Namun sayangnya, meski telah diketahui lokasinya, satelit yang melayang jauh dari orbit itu kemungkinan besar sama sekali tidak akan dapat dipergunakan lagi.
"Sehubungan dengan hasil preliminary calculation dari pihak ISS Reshetnev maka Telkom juga menetapkan langkah-langkah kontingensi yang terkait dengan Telkom-3," ujar Head of Corporate Communication and Affair Telkom, Slamet Riyadi.
(ash/ash)