Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Satelit Telkom-3 Harus Segera Disiapkan Penggantinya

Satelit Telkom-3 Harus Segera Disiapkan Penggantinya


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

(Ist/NasaSpaceFlight)
Jakarta - Satelit Telkom-3 yang gagal mengorbit dan dikabarkan hilang usai diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, disarankan harus segera dibuatkan penggantinya. Sayangnya, produksi ulang satelit tidak mudah dan memakan waktu yang cukup lama.

Peneliti dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, hilangnya satelit Telkom-3 harus segera diantisipasi dengan melakukan pemesanan ulang. "Jika hilang dan tidak dilakukan segera pemesanan, akan menjadi malapetaka bagi Telkom karena satelit itu pengganti Telkom-2," katanya di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Heru yang juga mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia itu menilai, peluncuran satelit tidak semudah membalikkan telapak tangan karena dari proses order hingga peluncuran butuh waktu 3-4 tahun. "Dalam banyak kasus, untuk peluncuran itu antre," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara menurut Tonda Priyanto, praktisi satelit, pembuatan satelit biasanya dibangun dalam waktu dua sampai tiga tahun. Sedangkan untuk desainnya memakan waktu satu tahun. "Sehingga kalau pesan lagi dengan model yang sama maka akan lebih cepat setahun," jelasnya.

Mantan praktisi satelit lainnya, Faizal Adiputra, mengatakan kegagalan satelit Telkom-3 masuk orbit bukan kali ini saja terjadi. "Dulu juga Palapa 2B pernah gagal orbit, lalu diambil dan diluncurkan lagi," ungkapnya

"Mestinya Telkom-3 bisa diambil lagi, cuma ongkosnya lebih mahal. Jadi lebih baik diganti asuransi saja," papar Faizal lebih lanjut. Telkom sendiri sebelumnya telah menyatakan, satelit yang menghabiskan biaya USD 200 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun itu sudah diasuransikan secara penuh.

Berdasarkan pengalamannya di Indosat dan Pasific Satelit Nusantara, setiap pembuatan satelit biasanya diproduksi sepasang, sehingga ada cadangannya. "Back up ini diperlukan jika satelit utamanya mengalami kegagalan."

Namun satelit cadangan ini biasanya tidak diproduksi 100 persen. "Harusnya sih semua materialnya sudah siap. Jadi in case ada apa-apa, back up-nya bisa cepat naik," tandas Faizal.

Seperti diketahui, peluncuran Satelit Telkom-3 dari Baikonur Cosmodrome, di Kazakhstan, Selasa dinihari (7/8/2012) telah mengalami anomali sehingga tidak mencapai orbit sesuai yang direncanakan.

Telkom sendiri telah mendapat informasi tertulis dari First Deputy General Designer & General Director dari ISS Reshetnev, Rusia, perusahaan kontraktor utama satelit Telkom-3, bahwa telah terjadi anomali pada saat peluncuran Satelit Telkom-3 di tahap pengoperasian roket peluncur Breeze-M sehingga menyebabkan satelit hanya mencapai intermediate orbit.

Saat ini, pihak ISS Reshetnev sedang melakukan investigasi lebih lanjut atas kejadian ini dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada Telkom. Melalui koordinasi intensif dengan pihak ISS Reshetnev, Telkom berharap mendapatkan informasi rinci dalam waktu dekat.

(rou/rns)





Hide Ads