Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Tawarkan Konsep Potong Pulsa ke Apple & Google

Indosat Tawarkan Konsep Potong Pulsa ke Apple & Google


Susetyo Dwi Prihadi - detikInet

iPhone Indosat (Inet)
Jakarta -

Akhir 2011 lalu, Indosat membuat terobosan dengan meluncurkan kemudahan bagi pelanggan BlackBerry-nya yang ingin membeli aplikasi hanya dengan memotong pulsa. Hal ini ingin coba diterapkan ke platform smartphone lainnya, contohnya Apple yang juga menjadi mitranya.

"Cara membeli aplikasi dengan memotong pulsa sudah banyak yang menggunakan. Artinya pelanggan sudah aware untuk membeli aplikasi, walau tidak mempunyai kartu kredit atau akun seperti PayPal," tukas Group Head Product Development & Management Indosat Sumantri Joko Yuwono, kepada detikINET, di Grand Indonesia, Kamis (28/6/2012).

Tidak mengetahui detail pasti, namun pertumbuhan pelanggan yang memanfaatkan layanan ini cukup meningkat dari bulan ke bulan. Bahkan saat ini, layanan sejenis juga disediakan Indosat di Ovi Store milik Nokia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, kabarnya juga Indosat tengah menjajaki program serupa ke dua pemain besar lainnya, yakni Apple dan Google. Proposal potong pulsa untuk membeli aplikasi ini sudah dikirimkan ke dua perusahaan raksasa tersebut, namun belum ada tanggapan.

"Request ke Apple sudah sejak iPhone 4S dibundling dengan Indosat kita ajukan, namun belum ada jawaban. Sedangkan Android, karena Google itukan tidak jual ponsel eksklusif juga (seperti BlackBerry dan iPhone), maka juga belum ada tanggapan," tambahnya.

Wajar saja bila Apple dan Google masih bergeming mengenai hal ini. Pertama, karena terobosan itu baru dilakukan oleh satu operator saja di dunia. Kedua, khusus untuk iPhone pelanggannya belum terlalu banyak di Indonesia.

Padahal, konsep potong pulsa untuk membeli aplikasi diyakini sangat efektif, mengingat cara penggunanya yang sangat simpel dan tidak terlalu ribet seperti harus mempunyai kartu kredit.

"Tapi saya mendengar Apple akan menaruh perwakilan karyawannya di Indonesia. Itu menguntungkan operator dan mempermudah kami kalau mau menawarkan kerjasama," ujar Sumantri.

Dia juga bilang, saat kerjasama dengan Research in Motion (RIM) pembagian keuntungan aplikasi potong potong pulsa ini didasarkan pada pendapatan yang didapatkan dari RIM itu sendiri. Jika satu aplikasi terjual, maka 70% diberikan kepada developer, 30% sisanya yang didapatkan oleh RIM akan dibagi dua dengan Indosat (15%-15%).

(/)





Hide Ads