Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
LTE Hadir Lebih Cepat di Indonesia? Kenapa Tidak!

LTE Hadir Lebih Cepat di Indonesia? Kenapa Tidak!


- detikInet

Heru Sutadi (rou/inet)
Jakarta - Kementerian Kominfo memperkirakan implementasi seluler 4G dengan teknologi Long Term Evolution (LTE) baru akan hadir paling cepat dua tahun mendatang. Namun seiring melonjaknya kebutuhan akan akses mobile broadband yang lebih baik, LTE bisa saja hadir lebih cepat.

"Meskipun pemerintah belum memiliki rencana pasti kapan LTE diadopsi, namun melihat kebutuhan masyarakat akan akses data dengan kecepatan tinggi, bisa saja lebih cepat," ungkap penggagas IndoLTE Forum Heru Sutadi dalam diskusi di Sere Manis, Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Heru menilai, LTE pasti akan cepat diadopsi begitu ekosistemnya terbentuk dan pemerintah kemudian menetapkan regulasi frekuensi dan standardisasi untuk jaringannya. "Terlebih lagi dengan kondisi jaringan 3G saat ini yang mulai megap-megap menahan lonjakan trafik mobile broadband," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakui, inisiatif pemerintah untuk mengatasi kebutuhan lonjakan mobile data adalah dengan melelang sisa blok kanal 3G di pita frekuensi 2,1 GHz. Namun itu dinilai Heru hanya sebagai alternatif jangka pendek.

"Sebab, lonjakan trafik akan terus bertambah meski ditambah dua blok lagi di 3G. Saat ini saja, okupansi di 3G khusus tiga besar sudah hampir 90%. Begitu dibuka dua jalur lagi, itu hanya untuk kebutuhan sesaat. Perlu akses baru lagi untuk mengatasinya, dan jawabannya ada di LTE," papar Heru.

Opsi Frekuensi

Memang saat ini, pita frekuensi untuk jalur LTE belum tersedia. Namun Heru melihat ada banyak opsi yang bisa dipilih. Mulai dari 700 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 2,1 GHz, 2,3 GHz, dan 2,5 GHz.

Sayangnya, tidak semua dari frekuensi itu available untuk digunakan saat ini. 700 MHz masih digunakan oleh siaran televisi terrestrial free-to-air, 900 MHz dan 1.800 MHz masih digunakan untuk seluler 2G, 2,1 GHz digunakan untuk seluler 3G, dan 2,5 GHz dipakai untuk satelit siaran televisi berbayar Indovision.

"Hanya 2,3 GHz yang masih tersedia 60 MHz, karena baru terpakai 30 MHz untuk Wimax. Namun belum optimal karena mayoritas operator LTE di dunia banyak yang menggunakan 700 MHz. Nah, 700 MHz ini baru akan tersedia 2018 nanti setelah semua migrasi ke televisi digital," kata Heru.

Sedangkan 900 MHz dan 1.800 MHz, meski bisa di-refarming, namun belum mencukupi kebutuhan frekuensi LTE. "Sebab tidak balance, ada operator yang cuma punya 7,5 MHz, ada pula yang 12,5 MHz. Sementara LTE butuh minimal 15 MHz dan optimalnya 20 MHz."

Sementara operator 3G yang nanti mendapatkan tambahan blok juga bisa saja refarming ke LTE. "Namun dibanding refarming, akan lebih mudah untuk mengadopsi frekuensi baru yang masih kosong," jelas Heru lagi.

"Nah, semua opsi ini yang harus didiskusikan oleh komunitas dalam forum IndoLTE agar bisa mendapatkan kata sepakat. Sehingga di kemudian hari tidak terjadi dispute seperti yang sempat terjadi pada kasus Wimax," pungkasnya.

(rou/ash)






Hide Ads