Menurut Daniel Horan, Chief Marketing Officer Axis, sejak interkoneksi berbasis biaya (cost based) resmi diberlakukan per 1 Juni 2012 lalu, jumlah pengiriman SMS mereka langsung menyusut 100 juta per hari.
"Dalam satu bulan bisa drop tiga miliar SMS," keluhnya dalam media meeting di kantor Axis, Menara Dea, Jakarta, Kamis (14/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengiriman SMS yang anjlok separuh dari total trafik bulanan itu karena Axis tak bisa lagi seenaknya menyediakan promo SMS gratis lintas operator. Sebab, ada biaya Rp 23 per SMS yang harus mereka bayarkan kepada operator yang menjadi penerima SMS.
"Menurut kami, Rp 23 itu masih kemahalan. Di Axis, biaya produksi SMS hanya Rp 5. Jaraknya jauh sekali. Lagi pula Kementerian Kominfo di 2013 nanti berjanji akan mengkaji lagi jadi Rp 5. Kenapa tidak dari sekarang saja?" pungkasnya.
(rou/ash)